9 Cara Mendidik Anak Yang Benar Yang Harus Dilakukan Orang Tua

9 Cara Mendidik Anak Yang Benar Yang Harus Dilakukan Orang Tua |  Sebagai orang renta kita menginginkan yang terbaik untuk bawah umur kita. Bahkan kita menginginkan anak lebih baik dari kita sebagai orang tuanya. Lebih baik akhlaknya, lebih baik pendidikannya, lebih baik masa depannya dan semua menjadi lebih baik dari kita.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka kita sebagai orang renta terus berupaya mendidik bawah umur kita semoga terus tumbuh kembang ke arah yang lebih baik. Namun terkadang, tanpa disadari kita sebagai orang renta banyak melaksanakan kesalahan dalam mendidikan bawah umur yang kita cintai.

Artikel cara mendidik anak yang benar ini tidak bermaksud untuk menggurui para pembaca blog Mang Waskim, melain ini untuk menasihati diri saya sendiri yang juga sebagai orang renta dari bawah umur saya. Isi artikel juga bukan semata-mata hasil pemikrian saya ataupun menurut pegnalaman saya pribadi, melainkan hasil dari membaca dibeberapa artikel wacana parenting yang lalu saya olah lagi menjadi artikel gres dan sudah diadaptasi dengan pemahaman saya.

9 cara mendidik anak yang benar yang harus dilakukan orang tua juga bukan sebuah kebenaran otoriter yang mengakibatkan cara lain mendidik anak menjadi salah. Ini hanya sedikit cara yang saya ketahui dari membaca dan saya yakin ada banyak cara lain cara mendidik anak yang benar.

9 Cara Mendidik Anak Yang Benar

1. Berikan Pengawasan Secara Proporsional

Tumbuh kembang anak harus diawasi semoga terus berada dalam rel yang dikehendaki. Tapi juga bukan berarti mempersempit dan mengikat anak sehingga terbelenggu. Hal ini justru akan menghambat tumbuh kembang mental anak. Berikan pengawasan seabgai sarana controling terhadap sikap anak dan pergaulan anak.

2. Jadilah Pendengar Yang Baik

Anak bukan sebuah obyek yang hanya sanggup mendengar, tapi juga ingin didengar. Kita sebagai orang renta harus bijak dalam bersikap. Jangan hanya mendikte dan ingin semua perintah dan pesan yang tersirat didengar oleh anak, tapi sewaktu-waktu luangkan waktu untuk mendengar keluh kesah anak, curhatan anak dan ungkapan-ungkapan perasaan anak.

3. Meluruskan Kesalahan Anak Dengan Bijak

Anak berbuat salah yaitu sebuah kewajaran. Karena kebijaksanaan budi mereka terhadap baik dan jelek masih sangat minim. Tugas kita yaitu untuk meluruskannya. Namun jangan terburu-buru memvonis bahwa anak bersalah. Lebih baik dengarkan dulu mengapa mereka melaksanakan sesuatu yang kita anggap salah. Jika sebuah kesalahan tidak berpotensi membahayakan anak, ada baiknya biarkan anak terlebih dahulu mencicipi kesalahan tersebut. Tujuannya tidak lain, semoga anak berguru dari kesalhannya lalu berikan derma untuk memperbaiki kesalahan tersebut sehingga tidak akan terulang lagi di lain waktu.

4. Luangkan Waktu Bersama Anak

Seorang anak butuh kehangatan dan keakraban dari kekerabatan anak dan orang tua. Bukan semata-mata sebagai anak yang harus mempunyai sekat pemisah dengan orang tua. Luangkan sekali waktu untuk bermain bersama anak. Bercengkrama bersama anak atau mungkin bertukar pendapat bersama anak.

5. Jangan Bertengkar Di Depan Anak

Sebuah kekerabatan suami istri tidak selamanya mulus tanpa masalah. Adakalanya kita berselisih faham dengan istri atau suami. Jika terjadi perselisihan, kontrol diri dengan baik. Jangan luapkan emosi disembarang daerah sehingga balasannya akan terjadi pertengkaran di depan anak. Jika kita bertengkar di depan anak, maka akan mempengarui psikologi anak.

6. Konsisten Dengan Sikap dan Ucapan

Orang renta yaitu tauladan terdekat dan terbaik untuk anak-anak. Janga biarkan anak menilai kita sebagai orang yang plin plan tidak sanggup dipegang ucapannya. Meskipun mungkin terkadang harus mengorbankan perasaan, demi menjaga sebuah konsistensi itu harus dilakukan. Misal, anak minta dibelikan jajanan yang kita anggap membahayakan kesehatan. Kemudian kita bilang kepada anak bahwa dilarang membeli dan memakan jajanan tersebut alasannya yaitu tidak baik untuk kesehatan. Kemudian anak merengek bahkan nangis menjerit-jerit. Jika itu terjadi di daerah umum, mungkin kita akan merasa aib alasannya yaitu ulah anak. Kita tidak ingin dicap sebagai orang renta yang pelit dan lain sebagainya lalu mengabulkan permintaan  anak. Jika ini terjadi, maka anak akan menilai kita tidak konsisten, sehingga akan melaksanakan hal yang sama saat meminta sesuatu tidak dikabulkan.

7. Ikuti Kata Hati atau Nurani

Orang renta apalagi ibu, mempunyai ketajaman nurani yang luar biasa. Gunakan nurani tersebut untuk mendidik mengarahkan anak ke arah yang lebih baik. Ikuti kata nurani untuk mendidik  anak, jangan hingga terkalahkan dengan hal-hal diluar nurani kita.

8. Batasi Durani Anak Nonton TV dan Bermain Game

Anak perlu hiburan. Salah satu hiburan yang murah meriah yaitu nonton tv dan bermain game. Tapi jangan biarkan anak hingga berjam-jam didepan TV atau komputer untuk bermain game. Karena ini akan menciptakan anak menjadi malas.

9. Jangan Semuanya Diukur Dengan Materi

Mungkin kita sanggup mendatangkan uang sebanyak yang kita inginkan. Tapi perlu kita ketahui bahwa tujuan dari mencari harta yang banyak yaitu untuk membahagian keluarga dan anak-anak. Namun bernarkah kebahagiaan hanya dikur dengan banyaknya harta. Belum tentu. Banyak anak broken home justru dari kalangan kaya raya. Hal ini alasannya yaitu orang tuanya sibuk bekerja mengumpulkan harta sehingga tidak mempunyai waktu untuk bersama anak-anak. Hasilnya, bawah umur merasa tidak dipedulikan dan tumbuh menjadi anak pembangkang, penghambur-hambur harta dan lain sebagainya.

Itulah 9 cara mendidik anak yang benar yang harus dilakukan orang tua, semoga goresan pena ini menjadi pesan yang tersirat untuk saya pribagi sebagai orang renta pemula. Sebenarnya tidak pelajaran untuk menjadi orang yang baik, yang ada yaitu berguru dari pengalaman hidup. Baik itu hidup sendiri  maupun hidup orang lain. Sebelum melaksanakan kesalahan, ada baiknya kita berkaca dari kesalahan orang lain. Bukan mengakibatkan kesalahan orang lain sebagai topik pembicaraan, tapi dijadikan sebagai materi renungan semoga kita tidak terjerumus pada lubang yang sama.

Subscribe to receive free email updates:

loading...