Permendikbud 82 Tahun 2015 Perihal Pencegahan Dan Penanggulangan Tindak Kekerasan Di Sekolah

Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan perlu dilakukan upaya pencegahan, penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dan perlu ditetapkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ihwal Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.

Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang kondusif Permendikbud 82 tahun 2015 ihwal Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah

Yang dimaksud dengan tindak kekerasan ialah sikap yang dilakukan secara fisik, psikis, seksual, dalam jaringan (daring), atau melalui buku asuh yang mencerminkan tindakan kasar dan penyerangan yang terjadi di lingkungan satuan pendidikan dan mengakibatkan ketakutan, trauma,
kerusakan barang, luka/cedera, cacat, dan atau kematian.

Dalam rangka meningkatkan penyelenggaraan pembelajaran yang kondusif Permendikbud 82 tahun 2015 ihwal Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Sekolah
Permendikbud 82 tahun 2015

Pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan dimaksudkan untuk:
a. terciptanya kondisi proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan menyenangkan;
b. terhindarnya semua warga sekolah dari unsur-unsur atau tindakan kekerasan; dan
c. menumbuhkan kehidupan pergaulan yang serasi dan  kebersamaan antar penerima didik atau antara penerima didik dengan pendidik, tenaga kependidikan, dan orangtua serta masyarakat baik dalam satu satuan pendidikan maupun antar satuan pendidikan.


Tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan antara lain:
a. pelecehan merupakan tindakan kekerasan secara fisik, psikis atau daring;
b. perundungan merupakan tindakan mengganggu, mengusik terus-menerus, atau menyusahkan;
c. penganiayaan merupakan tindakan yang absolut ibarat penyiksaan dan penindasan;
d. perkelahian merupakan tindakan dengan disertai tabrak kata-kata atau tabrak tenaga;
e. perpeloncoan merupakan tindakan pengenalan dan penghayatan situasi lingkungan gres dengan mengendapkan (mengikis) tata pikiran yang dimiliki sebelumnya;
f. pemerasan merupakan tindakan, perihal, cara, perbuatan memeras;
g. penc4bulan merupakan tindakan, proses, cara, perbuatan  keji dan kotor, tidak senonoh, melanggar kesopanan dan kesusilaan;
h. pem3rk0saan merupakan tindakan, proses, perbuatan, cara menundukkan dengan kekerasan, memaksa dengan kekerasan, dan/atau menggagahi;
i. tindak kekerasan atas dasar diskriminasi terhadap suku, agama, ras, dan/atau antargolongan (SARA) merupakan segala bentuk pembedaan, pengecualian, pembatasan,
atau pemilihan menurut pada SARA yang mengakibatkan pencabutan atau pengurangan pengakuan, perolehan, atau pelaksanaan atas hak asasi  insan dan kebebasan dasar dalam suatu kesetaraan;
j. tindak kekerasan lainnya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

download lengkap Permendikbud 82 tahun 2015 di link ini

Subscribe to receive free email updates:

loading...