Guru Harus Mendampingi Siswa Membaca

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengimbau guru supaya mendampingi siswa secara optimal dalam acara membaca di sekolah. Ia juga mengapresiasi Mendikbud sebelumnya, Anies Baswedan, yang menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 ihwal Penumbuhan Budi Pekerti. Permendikbud tersebut mengatur kewajiban membaca buku nonpelajaran selama 15 menit bagi akseptor didik sebelum pelajaran dimulai.

"Saya sangat mendukung kebijakan membaca 15 menit sebelum belajar, dan aku ingin supaya Permendikbud ini tetap dilaksanakan," katanya di sela-sela pelantikan Gedung Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa di Jakarta, Kamis (1/9/2016).

Mendikbud juga meminta guru-guru untuk mendampingi siswa ketika membaca dan melaksanakan kajian atau review bersama atas buku yang dibaca siswa. “Jangan hingga anaknya membaca, tapi gurunya pergi keluar kelas. Apakah guru-guru dengan kesadarannya menjalankan Permendikbud itu dengan sungguh-sungguh?” ujarnya.

Ia menuturkan, membaca ialah proses mental. Di dalam acara membaca harus ada proses pengembangan imajinasi dan peningkatan intelektual bagi siswa. Karena itu beliau menganjurkan guru-guru untuk mengajak siswa melaksanakan kajian atas buku nonpelajaran yang dibaca siswa di sekolah, sehingga terjadi proses imajinasi dan peningkatan intelektual siswa.

“Ini juga menjadi tantangan bagi Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Bagaimana caranya supaya guru paham dalam mendidik anak melalui acara membaca?” kata Mendikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang itu juga mengingatkan supaya implementasi dari Permendikbud ihwal Penumbuhan Budi Pekerti itu juga dikaji dan dievaluasi. “Bukunya ada nggak di sekolah? Jangan hingga belum dewasa disuruh membaca tapi bukunya tidak ada. Lalu guru-gurunya bagaimana dalam mendampingi (saat siswa membaca)?” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Mendikbud juga mengajak semua pihak untuk gotong royong berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan literasi bangsa Indonesia. Ia juga mengimbau guru-guru untuk meningkatkan kualitas profesionalismenya, dan mengakibatkan santunan profesi guru yang diberikan pemerintah sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

loading...