Dhgtk Resmi Dipakai Tahun 2018, Awas Pinjaman Profesi Anda Tak Dibayar!

Dapodikblog.com
Aplikasi Daftar Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK) sudah resmi dipakai mulai Tahun Anggaran 2018 ini. Aplikasi berbasis web tersebut dimaksudkan untuk menampung kehadiran para guru dan tenaga kependidikan sehari-hari di sekolah di semua jenjang pendidikan secara online yang terintegrasi dengan aplikasi Dapodik.

Ketepatan dan kebenaran kehadiran yang telah diisi di aplikasi ini akan berdampak pada pembayaran tunjangan, khususnya bagi mereka yang berstatus sebagai guru bersertifikasi. Artinya, dibayar tidaknya atau terlambat tidaknya pembayaran dukungan profesi nantinya akan dipengaruhi oleh data kehadiran pada aplikasi DHGTK ini. Berikut ialah pengumuman resmi yang dikutip dari alamat resmi DHGTK:
Daftar Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan (DHGTK) sudah resmi dipakai untuk menghitung kehadiran guru dan akan di tuangkan dalam juknis dukungan profesi, jadi mohon memastikan DHGTK sudah terisi dengan benar. 
DHGTK ini dirancang untuk mempercepat proses pembayaran dukungan profesi guru, dasar atau persyaratan untuk sanggup mendapatkan dukungan profesi sesuai pasal 15 pp 19 tahun 2017. Semua persyaratan pada pasal tersebut sanggup dipenuhi dari dapodik, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK ) No 50 tahun 2017 sebagai mana diubah dengan PMK 112/PMK.07/2017 ihwal pengelolaan transfer ke kawasan dan dana desa yang menyatakan bahwa penyaluran dukungan profesi paling lambat 7 hari sehabis uang masuk ke kas kawasan dan SKTP terbit harus dibayarkan kepada guru, sehingga tidak ada alasan memperlambat penyaluran dengan meminta dokumen/berkas dalam bentuk apapun yang terkait dengan penyaluran dukungan kepada guru-guru lagi. 
Terlambat atau tidaknya penyaluran dukungan profesi sanggup dipantau melalui aplikasi SIMBAR berbasis android (akan di launching dalam waktu dekat) yang sanggup diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan.
Informasi di atas secara gamblang menjelaskan bahwa aplikasi DHGTK ini menjadi peringatan serius bagi GTK khususnya mereka yang sudah mendapatkan akta pendidik semoga benar-benar mengisi kehadirannya dengan betul alasannya dukungan profesi menjadi taruhannya apakah dibayarkan atau tidak, apakah terlambat atau tidak. Tentunya kebenaran tanda hadir ini ialah salah satu syarat pencairan dukungan profesi sehabis kevalidan datanya pada aplikasi Dapodik.

Hasil ketidakhadiran pada aplikasi DHGTK ini nantinya akan dicetak dan diterbitkan menjadi Surat Pernyatan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) oleh operator dukungan dan operator simbar (Sistem Pembayaran) yang berada di Dinas Pendidikan pendidikan Kabupaten/Kota/Provinsi.

Bagaimana memulai ketidakhadiran pada aplikasi DHGTK?

Sistem isu data kehadiran guru dan tenaga kependidikan merupakan aplikasi pencatatan kehadiran secara online untuk guru dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah negeri dan sekolah swasta seluruh Indonesia. Proses pencatatan data kehadiran dilakukan oleh sekolah yang terhubung dengan internet secara langsung. Proses pencatatan kehadiran untuk versi awal sanggup dilakukan secara harian dan sanggup juga dilakukan mingguan atau bulanan.

Untuk sanggup mencatatkan kehadiran guru ke dalam sistem, ada dua user yang sanggup dipakai sebagai saluran ke dalam sistem:
  1. Login dengan userid kepala sekolah
  2. Login dengan userid operator dapodik
Kedua userid tersebut ter-update datanya secara pribadi dari data dapodik baik Dapodikdasmen maupun Dapodikpaud.

Perubahan userid dan password dilakukan melalui aplikasi dapodik di sekolah masing-masing. Perubahan userid dan password yang dilakukan di aplikasi dapodik akan terakomodir di Sistem Data Hadir Guru dan Tenaga Kependidikan sehabis dilakukan sinkronisasi. Data pengguna akan terupdate di sistem DHGTK sehabis 2 (dua) hari berhasil sinkronisasi.

Bagaimana, cukup jelas? Bagi Anda yang belum mengetahui aplikasi tersebut, silakan pelajari terlebih dahulu di alamat ini atau di sini. Semoga bermanfaat!

Sumber https://inulwara.blogspot.co.id/

Subscribe to receive free email updates:

loading...