Cara Mencairkan Dana Aktivitas Indonesia Akil Sd Tahun 2016

Cara Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar SD Tahun 2016 | Cara mencairkan dana Program Indonesia Pintar, cara mengambil uang Kartu Indonesia Pintar inilah dua hal yang seakarang sedang jadi materi perbincangan para orang bau tanah siswa yang anaknya mendapatkan Kartu Indonesia Pintar. Seperti kita tahu bahwa Kartu Indonesia Pintar di distribusikan bukan oleh sekolah melainkan melalui desa yang kemudian disebar ke masing-masing RT. Informasi yang hingga ke orang bau tanah wali muridpun kesannya tidak jelas. Bahkan ada orang bau tanah wali murid yang tiba ke sekolah dengan membawa foto copy Kartu Indonesia Pintar dan meminta uangnya diberikan. Hehehe.....

Sebagian besar orang bau tanah siswa peserta Kartu Indonesia Pintar (KIP) memang sempat dibentuk bingung. Mereka bertanya kesana kemari bagaimana cara mencairkan dana Indonesia Pintar. Sudah biasa lah, orang bila mendapatkan uang niscaya gak sabaran, tapi kalo harus membayar sejumlah kewajiban ada aja alasannya biar terhindar dari kewajiban tersebut. Wkwkwkwk.......

Oke, kita kembali ke cara mencairkan dana Program Indonesia Pintar. Namun sebelumnya perlu kita ditegaskan bahwa yang mengajukan data peserta Kartu Indonesia Pintar bukan sekolah. Bahkan pihak sekolah juga kaget, tahu-tahu ada orang bau tanah siswa tiba meminta uang dengan membawa foto copy KIP.

Cara Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar SD Tahun  Cara Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar SD Tahun 2016

Siapa Yang Berhak Mendapatkan Kartu Indonesia Pintar?

  1. Berasal dari Rumah Tangga pemilik KPS/KKS yang terdaftar di sekolah/madrasah dan mendapatkan BSM di 2014.
  2. Berasal dari Rumah Tangga pemilik KPS/KKS tetapi belum terdaftar sebagai peserta BSM di sekolah/madrasah. 

Berapa Jumlah  Uang Yang Diterima Pemegang KIP?

Untuk tingkat SD/MI yaitu sebesar Rp225.000/semester (Rp450.000 per tahun), tingkat SMP/MTs Rp375.000/semester (Rp750.000 per tahun) dan tingkat SMA/SMK/MA sebesar Rp500.000/semester (Rp1.000.000 per tahun). Untuk siswa yang akan lulus (kelas 6, 9 dan kelas 12) hanya mendapatkan manfaat untuk 1 semester saja.

Cara Mencairkan Dana Program Indonesia Pintar

Untuk sanggup mencarikan dana Indonesia Pintar maka orang bau tanah siswa peserta KIP harus memahami alur penyaluran dana KIP ibarat yang aku jelaskan di bawah ini :
  1. Orang bau tanah siswa peserta KIP menyerahkan foto copy KIP ke sekolah
  2. Sekolah melalui operator sekolah akan menginput nonor KIP pada aplikasi dapodik dan menandai anak tersebut layak mendapatkan dukungan PIP
  3. Data yang diinput akan dikirim melalui proses sinkronisasi dapodik
  4. Data akan diverifikasi oleh dirjen
  5. Jika cocok, maka akan dibuatkan SK Virtuan Account
  6. Virtual Account akan didistribusikan ke sekolah kawasan peserta didik belajar
  7. Sekolah akan memberitahukan bahwa PIP akan dicairkan dengan meminta sejumlah berkas sebagai persyaratan
  8. Sekolah akan mengirim berkas persyaratan ke Bank yang ditunjuk sebagai penyalur dana PIP
  9. Bank akan menyalurkan dana PIP pribadi ke siswa pemegang KIP
PENTING!!!
Sama dengan penyaluran dana BSM, masing-masing bank yang ditunjuk mempunyai cara tersendiri dalam menyalurkan dana PIP. Ada kemungkinan untuk tingkat SD, bank akan tiba ke sekolah dan menyalurkan dana PIP tersebut di sekolah dengan disaksikan oleh guru dan dana PIP diterima pribadi oleh anak pemegang KIP.

Nah itulah cara mencairkan dana Program Indonesia Pintar SD tahun 2016 yang sanggup aku jelaskan kepada siswa, orang tua  siswa atau masyarakat secara umum yang peduli dengan pendidikan di Indonesia. Dengan adanya dana PIP pemerintah mempunyai tujuan sebagai berikut :
  1. meningkatkan jalan masuk bagi anak usia 6 (enam) hingga dengan 21 (dua puluh satu) tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga tamat satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 (dua belas) Tahun;
  2. mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan tanggapan kesulitan ekonomi; dan
  3. menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan biar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK).

Nah dengan mengetahui tujuan dari adanya dana Program Indonesia Pintar, semoga kita lebih bijak dalam memakai dana tersebut. Gunakan dana tersebut sesuai peruntukkannya, yaitu untuk membantu biaya pendidikan anak biar tidak ada lagi alasan tidak sekolah alasannya tidak ada biaya. Semoga pendidikan di Indonesia semakin maju.

Subscribe to receive free email updates:

loading...