Hasil Ukg Dijadikan Landasan Agenda Guru Pembelajar

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani nota kesepahaman wacana Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah Melalui Pemanfaatan Hasil Uji Kompetensi. Dalam nota kesepahaman itu kedua pihak setuju untuk memanfaatkan hasil uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 untuk aktivitas Guru Pembelajar dalam meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.

Nota kesepahaman ditandatangani Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Sumarna Surapranata dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Sopan Adrianto di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Sopan mengatakan, menurut hasil UKG 2015, sebanyak 107.000 guru di DKI Jakarta dari hasil UKG  berada di urutan ketiga sehabis DI Yogyakarta dan Jawa Tengah.

“Berangkat dari hasil UKG ini maka kami bersepakat dengan kementerian bahwa DKI Jakarta ke depan akan lebih fokus lebih serius untuk bagaimana kompetensi guru di DKI Jakarta itu menjadi semakin baik,” ungkapnya usai penandatanganan nota kesepahaman.

Sebanyak 107.000 guru DKI Jakarta itu akan mengikuti Program Guru Pembelajar dari Kemendikbud. Dirjen GTK Sumarna Surapranata mengatakan, kini Kemendikbud telah mengubah sistem pendidikan dan training guru menjadi Program Guru Pembelajar.

“Ini prinsip dasar yang sangat penting. Kalau dulu kita namakan diklat. Kalau diklat itu guru dijadikan sebagai objek. Nah, diklat diubah menjadi Guru Pembelajar, di mana guru sebagai subjek, sebagai orang yang menggerakkan dirinya sendiri untuk mencar ilmu dan tetap belajar,” ujar Pranata.

Ia mengatakan, Kemendikbud akan memperlihatkan data hasil UKG di DKI Jakarta kepada Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Dari data tersebut,  maka ada tiga usulan metode yang disampaikan Kemendikbud, adalah metode tatap muka, metode kombinasi, dan metode daring (online). DKI Jakarta termasuk provinsi yang cepat merespons hasil UKG untuk ditindaklanjuti. Hal itu diakui Sopan sebagai Kadinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta.

“Semua nanti oleh Kemendikbud sudah ada peta. Semua akan digarap secara sinergi sehingga ke depan kita akan dapat melihat potret-potret atau peta-peta bagaimana kompetensi guru DKI Jakarta itu akan makin tambah baik,” tutur Sopan.

Ia berharap, nota kesepahaman ini menjadi penerang dan dipakai sebagai payung atau landasan dalam peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan di DKI Jakarta. “Kita punya dasar. Kita punya aturan, sehingga kita akan segera melangkah untuk memproses ini dan juga untuk melakukan semua aktivitas Guru Pembelajar ini.  Diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu usang seluruh guru DKI Jakarta itu kualitas atau kompetensinya menjadi semakin baik,” katanya. (Erika Hutapea/Silvira Yolanda)

Subscribe to receive free email updates:

loading...