Sambutan Ketua Umum Pengurus Besar Pgri Pada Upacara Hari Guru Nasional Tahun 2017 Dan Hut Ke-72 Pgri

Tema: “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter’

Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Pen SAMBUTAN KETUA UMUM PENGURUS BESAR PGRI PADA UPACARA HARI GURU NASIONAL TAHUN 2017 DAN HUT KE-72 PGRI
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.
Selamat Pagi (siang), Salam Sejahtera, Om Swastiastu, Namo Budhaya, Salam Kebajikan
Yang saya hormati,
Bapak/Ibu Gubernur …., Bapak/Ibu Bupati …, Bapak/Ibu Walikota …,*)
Bapak/Ibu anggota Forkompimda, Kepala Dinas Pendidikan, para Pejabat Sipil, TNI, dan Polri.
Segenap Pengurus PGRI, para undangan,
serta anggota PGRI di seluruh tanah air yang berbahagia,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Yang Mahakuasa Swt., Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karuniaNya, kita gotong royong sanggup melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2017 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 PGRI.

Bapak/Ibu, para guru anggota PGRI dan hadirin yang saya hormati,

Pada setiap tanggal 25 November, di seluruh pelosok negeri, di kantor –kantor pemerintahan sampai di sekolah-sekolah, kita gotong royong memperingati Hari Guru Nasional (HGN) yang juga merupakan hari Hari Ulang Tahun PGRI sesuai Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Penetapan ini diperkuat dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 perihal Guru dan Dosen.

Sejak kelahirannya 100 hari sehabis kemerdekaan RI, dengan dijiwai semangat proklamasi 17 Agustus 1945, PGRI gigih berjuang mencerdaskan bangsa, mengisi kemerdekaan dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berperang melawan kebodohan. Kini di kala digital, PGRI sebagai organisasi profesi, siap melaksanakan transformasi perubahan sebagai kekuatan adab intelektual yang terus menerus mengajak dan mendorong seluruh pengurus dan anggotanya untuk belajar, mengakrabi teknologi dan beragamnyasumber berguru sebagai pusat pengembangan diri dan pengembangan pengetahuan dan keterampilan anak didik. Perubahan mindset menjadi fokus perubahan ke dalam PGRI supaya para guru, pendidik, dan tenaga pendidikan menjadi sosok inspiratif yang dirindukan kehadirannya oleh anak didik.

Bapak/Ibu, dan para guru yang saya hormati,

Sosok guru yang inspiratif yaitu para guru yang mengedepankan perilaku teladan, bijak penuh welas asih, mempunyai disiplin diri yang kuat, mengedepankan kata-kata yang positif, tidak segan memperlihatkan apresiasi kepada apapun hasil karya siswa serta menghormati mereka tanpa pilih kasih, menyatukan keberagaman dalam persatuan, senantiasa ingin memberi dan tidak mengalah dengan bermacam-macam tantangan yang dihadapi. Itulah cerminan perilaku sejati pendidik. Sikap demikian pasti mempunyai kekuatan maha dahsyat yang bisa menggetarkan jiwa anak didik untuk bangkit, bersemangat menjelajah rasa ingin tahu pada samudra ilmu pengetahuan yang yang tak bertepi dan pada karenanya tumbuh menjadi kekuatan luar biasa yang akan memilih masa depan bangsa. Inilah wujud pendidikan karakter. Memahat hati dan jiwa anak didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang dan kuat, rasa percaya diri yang tinggi, menyayangi kebudayaan dan tanah airnya, dan bisa membuatkan imaginasi dan kreativitas sehingga sanggup mengakibatkan sesuatu dari semula tidak bernilai menjadi bermanfaat dan bernilai tinggi. Perubahan mindset guru menjadi perhatian serius PGRI yang berkomitmen mengakibatkan guru sebagai motor pencetus perubahan menuju bangsa yang maju dan berkepribadian Indonesia.

Di sisi lain, saya juga mengharapkan adanya perubahan mindset pengelola pendidikan di aneka macam tingkatan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan utamanya tata kelola guru. Berbagai duduk kasus pendidikan kiranya sanggup diurai melalui tata kelola guru yang jelas, sistematis, dan komprehensif. Saat ini, terjadi kekurangan guru yang masif di semua jenjang, khususnya di pendidikan dasar dan di Sekolah Menengah kejuruan akhir pensiun besar-besaran dan tidak adanya pengangkatan guru selama 8 tahun terakhir. Saya memberikan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga pendidikan utamanya guru honorer, GTT/PTT yang selama ini tiada kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati. Tanpa pengabdian dari mereka, sanggup dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung bila gurunya tidak ada. Adalah wajar, apabila aneka macam pihak memperlihatkan perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas mereka. Persoalan lain yang terus menghantui proses pembelajaran yang berkualitas yaitu banyaknya hukum adminsitratif yang berbelit-belit, berubah-ubah, dan menyita waktu guru yang seharusnya dipakai untuk mendidik dengan sebaik-baiknya. Semoga duduk kasus pencairan TPP, kenaikan pangkat, impassing, sertifikasi, dan lain-lainnya sanggup disederhanakan, lebih terbuka dan memenuhi rasa keadilan para guru.

Saya mohon, Uji kompetensi dimanfaatkan sebagai sebagai instrumen dalam memetakan kemampuan guru yang hasilnya dimanfaatkan untuk mendisain dan melaksanakan training sesuai dengan kebutuhan guru. Sudah saatnyakedaulatan guru sebagai profesi dikembalikan pada sumbunya sehingga guru sanggup konsentrasi mendidik dengan sebaik baiknya. Saya mendorong akan adanya sistem yang terang dan trasparan dalam tata kelola guru yang sanggup mendorong guru melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab profesinya dengan baik, mengakibatkan guru terus berguru memperbaiki kemampuan akademik dan paedagogiknya, melaksanakan refleksi dalam bekerja, menulis pengalamannya profesionalnya, membuat iklimi berguru yang yang sehat dan inklusif, menjauhkan anak didik dari cara pandang dan tindakan radikalisme, melatih kejujuran, dan menyayangi kebaikan dan kebenaran sebagai bekal hidup anak didik kelak. Saya percaya akan bertumbuh rasa percaya diri guru, gembira berprofesi sebagai guru yang mengukir kiprah besar kemanusiaan mengakibatkan setiap anak ahli dan istimewa.

Pada kesempatan ini pula, saya memberikan terima kasih kepada pemerintah, pemerintah daerah, dan aneka macam pihak atas komitmennya terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru, yang juga mengajak serta PGRI dalam merumuskan kebijakan perihal guru dan pendidikan.

Bapak/Ibu, para guru anggota PGRI yang saya banggakan,

Kami mohon supaya para pengurus PGRI di aneka macam tingkatan mulai dari Pengurus Besar sampai ranting bekerja keras mengawal usaha dan aspirasi para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan profesionalisme, kesejahteraan, dan pemberian dengan santun, elegan, dan bermartabat tanpa membedakan status guru negeri, swasta, guru dibawah kementrian agama maupun kemendikbud, guru tetap maupun guru tidak tetap. Jadikan PGRI sebagai rumah yang nyaman bagi semua anggotanya. PGRI akan terus menjadi kawan strategis Pemerintah dan Pemda dalam memajukan pendidikan, dan menuntaskan aneka macam duduk kasus pendidikan dengan pandai dan bijaksana supaya tercapai sinergi yang optimal untuk mencapai pendidikan nasional bermutu dan berbudaya.

Bapak/Ibu, para guru anggota PGRI yang saya banggakan,

Pada setiap menyongsong HUT PGRI dan HGN, aneka macam kegiatan dilaksanakan, mulai dari lomba karya tulis, lomba kreativitas pembelajaran, pemilihan kepala daerahyang berdedikasi tinggi bagi kemajuan pendidikan di daearahnya masing-masing; dan tahun ini, jalan sehat, ziarah ke TMP sampai memberikan solidaritasnya terhadap saudara kita Rohingya yang sedang kesulitan. Puncak perayaan HGN tahun 2017 dan HUT ke-72 PGRI akan dilaksanakan di Stadion Patriot Candrabagha Kota Bekasi pada tanggal 2 Desember 2017 dan Insya Yang Mahakuasa Bapak Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. H. Joko Widodo berkenan memperlihatkan amanatnya kepada para guru. PGRI berkomitmen bertekad mengakibatkan guru sebagaimana lokomotif perubahan, sejalan dengan tema HUT ke-72 PGRI dan HGN Tahun 2017 yakni “Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja Untuk Penguatan Pendidikan Karakter’

Hadirin yang berbahagia,

Mengakhiri sambutan ini, saya mengajak para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk mengamalkan jati diri PGRI, melaksanakan Kode Etik Guru, dan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme dengan memperlihatkan pelayanan terbaik kepada penerima didik. Terima kasih kepada pemerintah, pemerintah kawasan yang terus gotong royong menggelorakan persatuan dan melaksanakan HGN dan HUT PGRI gotong royong dengan hidmat, gembira dan penuh semangat kebersamaan. Terima kasih kepada orang bau tanah dan masyarakat yang telah mempercayakan para guru untuk mendidik putra putri mereka. Mari perkuat sinergitas dan kolaborasi antara Guru (sekolah), orang tua, dan masyarakat sebagai Tri Pusat Pendidikan sehingga bawah umur kita tumbuh sehat jasmani rohani dan sanggup berguru dengan sebaik-baiknya.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-72 PGRI kepada para guru di seluruh tanah air, semoga pengabdian kita memperlihatkan makna bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan, serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aamiin. Mari kita tutup dengan salam perjuangan!

Hidup Guru !, Hidup PGRI !, Solidaritas ! Yes!.

Dan Salam Pancasila!

Billahi Taufik Walhidayah,Wassalmu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Om santi-santi Om.

Jakarta, 25 November 2017

Ketua Umum
Pengurus Besar PGRI

Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd
NPA. 09030700004

DOWNLOAD DOKUMEN :

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...