Perjanjian Hutang Piutang

Perjanjian Hutang Piutang Pagi ini cuaca ditempat saya begitu dingin, sesudah beberapa hari tidak hujan, alhasil hari ini kembali hujan, bagaimana di daerah Anda? Seperti biasa, sebelum saya share pola surat terbaru hari ini, saya akan mengingatkan kembali apa yang telah saya bagikan beberapa waktu yang lalu. Beberapa waktu yang lalu, saya telah bagikan contoh surat perjanjian sewa mobil. Makara kalau membutuhkan format surat tersebut, eksklusif saja menjuju postingan tersebut. Lalu apa yang akan saya bagikan hari ini? Ya, hari ini saya akan membagikan contoh surat perjanjian hutang piutang, yang sering melaksanakan transaksi hutang piutang, sudah selayaknya postingan ini Anda simak hingga selesai.

 Pagi ini cuaca ditempat saya begitu hirau taacuh  Perjanjian Hutang Piutang


Perjanjian hutang piutang merupakan acara di antara orang yang berhutang dengan orang / pihak lain selaku pemberi hutang. Dengan adanya perjanjian maka mengikat kedua belah pihak untuk memenuhi kewajiban/prestasi yang telah ditentukan dalam perjanjian tersebut. Hutang piutang sah secara aturan apabila dibentuk suatu perjanjian tertulis atau verbal dengan saksi. Makara kalau Anda ingin menciptakan sebuah perjanjian, alangkah baiknya menciptakan surat perjanjian, alasannya dengan adanya surat perjanjian, akan memudahkan Anda dalam menuntaskan perselisihan yang mungkin akan terjadi di masa mendatang.

Cara Membuat Surat Perjanjian Hutang Piutang

Membuat surat perjanjian hutang piutang tidaklah begitu sulit, hal pertama yang patut dicantumkan dalam surat ialah identitas kedua belah pihak yang mencakup nama, alamat, pekerjaan, no ktp dan lain-lain yang dianggap perlu. Selain dari itu ada poin-poin tertentu yang harus diterangkan/ dicantumkan dalam surat sebagai pengikat kedua belah pihak. Jika bingung, silahkan simak misalnya dibawah ini.

Perjanjian Hutang Piutang Sederhana

Pada hari ini Rabu Tanggal Sembilan September Tahun Dua Ribu Lima Belas, kami yang bertanda tangan di bawah ini oke mengadakan Perjanjian Utang Piutang yaitu:

Nama        :  Maulidin
Umur        :  27 Tahun
Pekerjaan :  Wiraswasta
Alamat     :  Jln. Melati No. 34
Untuk selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.

Nama        : Gatra
Umur        :  25 Tahun
Pekerjaan :  Karyawan Swasta
Alamat     :  Jln. Mawar No. 24
Untuk selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Maka melalui surat perjanjian ini Kedua Belah Pihak setuju dengan ketentuan-ketentuan sebagaimana tercantum di bawah ini:

1. PIHAK PERTAMA telah mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) dari PIHAK KEDUA yang dimana uang tunai tersebut ialah hutang atau pinjaman.

2. PIHAK PERTAMA bersedia menunjukkan barang jaminan yakni ….................…., yang nilainya dianggap sama dengan uang sumbangan kepada PIHAK KEDUA.

3. PIHAK PERTAMA berjanji akan melunasi uang sumbangan KEPADA PIHAK KEDUA dengan batas waktu tenggang selama 6 (Enam) bulan terhitung dari ditandatanganinya Surat Perjanjian ini.

4. Apabila nantinya dikemudian hari ternyata PIHAK PERTAMA tidak sanggup membayar hutang tersebut, maka PIHAK KEDUA mempunyai hak penuh atas barang jaminan baik untuk dimiliki pribadi maupun untuk dijual kepada orang lain.

5. Surat Perjanjian ini dibentuk dalam 2 (Dua) Rangkap bermaterai cukup dan masing-masing rangkap mempunyai kekuatan aturan yang sama, masing-masing untuk PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA.

Surat Perjanjian dibentuk dan ditandatangani oleh Kedua Belah Pihak secara sadar dan tanpa tekanan dari Pihak manapun di Banda Aceh pada hari, tanggal dan bulan menyerupai tersebut di atas.

Demikianlah surat perjanjian utang-piutang ini dibentuk bersama di depan saksi-saksi, dalam keadaan sehat jasmani dan rohani dan untuk dijadikan sebagai pegangan aturan bagi masing-masing pihak.

PIHAK PERTAMA,                                                                  PIHAK KEDUA,


        Maulidin                                                                            Gatra

Saksi-saksi :
NAMA                               TANDA TANGAN
1. Nama saksi pertama             .......................
2. Nama saksi kedua                .......................
3. Nama saksi ketiga                .......................
4. Nama saksi keempat            .......................

Perjanjian Hutang Piutang Tanpa Jaminan

Pada hari ini, Jumat 11 September 2015, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama        : Handoko
Pekerjaan  : Karyawan Pabrik
Alamat      : Jln. Widuri No. 11B, Banda Aceh
No. KTP    : xxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA.

Nama         : Sulaiman
Pekerjaan   : Wiraswasta
Alamat       : Jln. Kenari No. 18, Banda Aceh
No. KTP    : xxxxxxxxxxxxxxx
Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak terlebih dahulu mengambarkan hal-hal sebagai berikut :

1. Bahwa pada 11 September 2015, PIHAK PERTAMA telah mengajukan Hutang sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) kepada PIHAK KEDUA.

2. Bahwa atas pengajuan PIHAK PERTAMA, PIHAK KEDUA telah menyetujui untuk meminjamkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000,-(Lima juta rupiah) kepada PIHAK PERTAMA pada 11 September 2015.

3. PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA telah setuju bahwa pembayaran Hutang oleh PIHAK PERTAMA dilakukan dengan cicilan PIHAK PERTAMA kepada PIHAK KEDUA sebanyak Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah) setiap bulan, selama 10 bulan, yang dimulai pada bulan Oktober, 2015 dan berakhir pada Juli 2016.

4. Perjanjian hutang piutang ini dibentuk rangkap dua, bermeterai cukup yang masing-masing mempunyai kekuatan aturan yang sama dan berlaku semenjak ditandatangani oleh Para Pihak.

5. Mengenai hal-hal yang belum dituangkan dalam perjanjian ini, akan diatur kemudian dengan addendum-addendum gres sesuai kesepakatan para pihak.

Demikian surat perjanjian ini dibuat, supaya sanggup dipakai sebagaimana mestinya.

                                                                                          Banda Aceh, 11 September 2015

PIHAK PERTAMA,                                                                     PIHAK KEDUA,


       Handoko                                                                                Sulaiman

Demikianlah dua contoh surat perjanjian hutang piutang yang sanggup saya sajikan untuk Anda pada kesempatan hari ini. Semoga surat ini sanggup menjadi suplemen rujukan buat Anda sehingga sanggup membantu Anda dalam menyusun sebuah surat perjanjian hutang piutang. Jika goresan pena ini bermanfaat, silahkan di like dan share kepada teman-teman yang lain ya. Apabila dibutuhkan, silahkan lihat juga contoh surat perjanjian hutang dengan jaminan. Terima kasih telah berkunjung dan bersedia membaca goresan pena saya ini. Salam sukses dari www.contohsurat123.com.

Sumber http://www.contohsurat123.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...