Cara Menciptakan Daftar Urut Kepangkatan (Duk) Bagi Pns

dapodikblog.com (25/10/2017) - Menjelang selesai tahun yaitu setiap bulan Desember setiap instansi pemerintah tidak terkecuali di forum pendidikan (Sekolah) harus menciptakan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) bagi PTK nya yang berstatus PNS. 

Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil, sering disebut Daftar Urut Kepangkatan ialah suatu daftar yang memuat nama Pegawai Negeri Sipil dari suatu satuan organisasi Negara yang disusun berdasarkan tingkatan kepangkatan. Daftar Urut Kepangkatan merupakan salah satu materi obyektif untuk melakukan training karier Pegawai Negeri Sipil berdasarkan sistem karier dan sistem prestasi kerja, oleh alasannya ialah itu Daftar Urut Kepangkatan perlu dibentuk dan dipelihara secara terus-menerus.

Tata cara menciptakan Daftar Urut Kepangkatan (DUK)


Dalam Daftar Urut Kepangkatan dilarang ada 2 (dua) nama Pegawai Negeri Sipil yang sama nomor urutnya, maka untuk memilih nomor urut yang sempurna dalam satu Daftar Urut Kepangkatan diadakan ukuran secara berturut-turut sebagai berikut :
  1. Pangkat;
  2. Jabatan;
  3. Masa kerja;
  4. Latihan jabatan;
  5. Pendidikan; dan
  6. Usia.

1. Pangkat

Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat lebih tinggi, dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan. Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama, umpamanya Pembina golongan ruang IV/a, maka dari antara mereka yang lebih renta dalam pangkat tersebut dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan (lihat TMT pangkatnya).
Contoh :
Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kayangan terdapat 3 orang guru yang berpangkat sama yaitu Pembina golangan ruang IV/a. Budi diangkat dalam golongan ruang IV/a pada tanggal 1 Maret 2013, Erlina diangkat dalam golongan ruang IV/a pada tanggal 31 Desember 2013 dan Susi diangkat dalam golongan ruang IV/a semenjak tanggal 1 Maret 2014. Maka susunan nama mereka pada Daftar Urut Kepangkatan Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kayangan yang dimuat dengan urutan Budi, Erlina kemudian Susi. 

2. Jabatan

Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama dan diangkat dalam pangkat itu dalam waktu yang sama pula, maka dari antara mereka yang memangku jabatan yang lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan.
Contoh
Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kayangan terdapat dua orang guru yaitu Budi dan Wati yang mempunyai pangkat dan golongan sama serta TMT pangkat sama yaitu Pembina IV/a TMT 1 Januari 2016. Budi menjabat sebagai Kepala Sekolah sedangkan Wati menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah. Karena jabatan Kepala Sekolah lebih tinggi dari  jabatan wakil Kepala Sekolah maka Budi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi pada DUK dibandingkan dengan Wati.
Apabila dua orang atau lebih mempunyai Pangkat dan Golongan serta TMT yang sama, kemudian jabatan yang diembannya sama maka siapa yang terlebih dahulu diangkat dalam jabatan tersebut yang mempunyai nomor urut yang lebih tinggi pada DUK
Tingkat jabatan sebagai dasar penyusunan Daftar Urut Kepangkatan, ialah :
  1. Jabatan struktural ialah sebagai tersebut dalam Keputusan Presiden Nomor 15 Tahun 1977 dengan segala pelengkap dan perubahannya.
  2. Jabatan lain ialah sebagaimana dimaksud dalam lampiran II Surat Edaran Kepala BKN Nomor : 03/Se/1980 Tentang Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil

3. Masa Kerja

Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama dan memangku jabatan yang sama maka dari antara mereka yang mempunyai masa kerja sebagai Pegawai Negeri Sipil yang lebih banyak dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan. Masa kerja yang diperhitungkan dalam Daftar Urut Kepangkatan, ialah masa kerja yang sanggup diperhitungkan untuk penetapan gaji

4. Latihan Jabatan

Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama ,memangku jabatan yang sama dan mempunyai masa kerja yang sama , maka dari antara mereka yang pernah mengikuti latihan jabatan yang ditentukan , dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan. 

Apabila jenis dan tingkat latihan jabatan sama, maka dari antara mereka yang lebih dahulu lulus dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan

Tingkat latihan jabatan yang dipakai sebagai dasar dalam Daftar Urut Kepangkatan ialah sebagaimana dimaksud dalam lampiran III Surat Edaran Kepala BKN Nomor : 03/Se/1980 Tentang Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil.

5. Pendidikan

Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama, memangku jabatan yang sama, mempunyai masa kerja yang sama, dan lulus dari latihan jabatan yang sama, maka dari antara mereka yang lulus dari pendidikan yang lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan. Apabila tingkat pendidikan sama, maka dari antara mereka yang lebih dahulu lulus dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan.


6. Usia

Apabila ada dua orang atau lebih Pegawai Negeri Sipil yang berpangkat sama, memangku jabatan yang sama, mempunyai masa kerja yang sama, lulus dari latihan jabatan yang sama, dan lulus dari pendidikan yang sama, maka dari antara mereka yang berusia lebih tinggi dicantumkan dalam nomor urut yang lebih tinggi dalam Daftar Urut Kepangkatan.

Format Penulisan DUK

 Menjelang selesai tahun yaitu setiap bulan Desember setiap instansi pemerintah tidak terkec Cara menciptakan Daftar Urut Kepangkatan (DUK) bagi PNS
Contoh Format DUK (klik gambar untuk memperbesar)

Petunjuk pengisian tiap kolom pada format.

1. Penulisan Nomor Urut

Diisi dengan angka (value), tanpa tanda titik. Angka 1 hingga dengan jumlah PNS pada instansi yang bersangkutan.

2. Penulisan Nama

    • Diisi dengan nama lengkap beserta gelar yang dimiliki;
    • Setelah inisial gelar di depan nama, diberi tanda titik (.) dan 1 spasi. Contoh : Drs. Hardjanto.
    • Antara gelar satu dan lainnya, diberi 1 spasi. Contoh : Drs. Ir. Prof. H. Hardjanto
    • Untuk inisial gelar di belakang nama, sehabis abjad di selesai nama, diberi tanda koma (,) dan 1 spasi, kemudian inisial gelar. Contoh : Drs. Ir. Prof. H. Hardjanto, M.Si.
    • Untuk abreviasi nama, yang ada di depan atau di belakang nama utama, diberi tanda titik dan 1 spasi (tanpa tanda koma). Contoh : Hardjanto W
    • Untuk nama abreviasi yang memakai 2 atau lebih abjad besar atau adonan dari abjad besar dan kecil, maka cukup diberi 1 tanda titik sehabis abjad terakhir. Contoh : Hardjanto W P.
    • Untuk nama dengan abreviasi nama yang diikuti dengan inisial gelar, sehabis tanda titik diberi tanda koma, 1 spasi kemudian inisial gelar. Contoh : Hardjanto W P., M.Pd.

3. Penulisan NIP


Diisi dengan angka NIP yang terdiri dari 9 digit.Tanpa tanda titik (.)Tanpa Spasi

4. Penulisan Golongan / Ruang pangkat terakhir


Tanpa Spasi dan Tanpa Tanda Titik (.) Sesuai dengan SK Kenaikan Pangkat yang terakhir

5. Penulisan TMT Kenaikan pangkat


Terhitung Mulai Tanggal (TMT), Kenaikan Pangkat terakhir  Sesuai dengan SK Kenaikan Pangkat terakhir. Format input data : dd-mm-yyyy

6. Penulisan Nama Jabatan


Ditulis sesuai dengan NOMENKLATUR atau Struktur Organisasi instansi yang bersangkutan. Jika terlalu panjang, nama jabatan sanggup disingkat dengan bentuk baku atau yang umum/ sering digunakan, ibarat berikut : Ka. Dinas;     Ka. Badan; Wk. Ka; Karo; Kasubdin; Kabag; Kabid; Kasubbid; Set. ; Sek. ; Dir. ; WK. Dir. ; Kasubbag; Kasubbid; Kasi; Ka. UPTD;

Jika ada Nama Jabatan Struktural Eselon IV (di bawah Eselon III) di dalam suatu instansi yang sama, maka Nama Jabatan tersebut harus dilengkapi dengan Jabatan Struktural Eselon III nya. Misalnya: Kasubbid. Istilah Staf untuk PNS yang tidak mempunyai Jabatan Struktural, sebaiknya tidak digunakan. Seperti pola : Juru Ketik; Caraka; Sopir/Pengemudi

Gunakan istilah Pelaksana atau Peng-administrasi untuk PNS yang tidak mempunyai Jabatan Struktural. Misalnya: Pelaksana Administrasi Kepegawaian; Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat; Pelaksana Administrasi Keuangan; Pelaksana Pengawasan Lapangan.

Setelah Nama Jabatan Pelaksana … atau Pengadministrasi …, maka sebaiknya dilengkapi dengan nama Jabatan Struktural kawasan PNS tersebut bertugas. Seperti misalnya: Pelaksana Administrasi Kepegawaian Subbag Umum; Pengadministrasi Data Kenaikan Pangkat Subbag Kenaikan Pangkat; Pelaksana Administrasi Keuangan Subbag Keuangan; Pelaksana Pengawasan Lapangan Seksi Jalan dan Jembatan.

7. Penulisan Eselon

Tanpa Spasi, di antara Tanda Titik Tengah Tanpa titik, sehabis karakter terakhir

8. Penulisan TMT Eselon

Terhitung Mulai Tanggal (TMT) Pelantikan pada Eselon yang bersangkutan.  Sesuai dgn Surat Pernyataan Pelantikan Eselon yang bersangkutan. Input data : dd/mm/yy,

Contoh: 1/3/02 atau 01/03/02

9. Penulisan Tahun Masa Kerja

Angka tahun Masa Kerja Golongan, terdiri dari 1- 2, digit: 0 – 40

Masa Kerja pada kolom ini, ialah MASA KERJA GOLONGAN dalam satuan Tahun, berdasarkan SK Pangkat/ Berkala atau SK lain yang terakhir, yang di dalamnya mencantumkan Masa Kerja Golongan.

10. Penulisan Bulan Masa Kerja

Angka bulan Masa Kerja Golongan, terdiri dari 1 – 2, digit: 0 – 11 Sesuai dengan SK Pangkat/ Berkala atau SK lainn yang terakhir yang mencantumkan Masa Kerja Golongan.

11. Penulisan Nama Diklat Jabatan, ibarat :

    • Spati – Spama
    • Pim. I – Pim.II
    • Spamen – Spala
    • Sespa – Adumla
    • Sespanas – Sepada
    • Pim. II – Adum
    • Sepadya – Pim.IV.
    • Sepadyanas

12. Penulisan Tahun Diklat

Angka tahun Latihan Jabatan terdiri dari 4 digit: yakni, 1995/ 2002/ 2005

13. Penulisan Jumlah Jam Diklat

Diisi dengan jumlah jam Diklat yang bersangkutan. Contoh : 400/ 750/ 1000

14. Penulisan Nama Pendidikan

Nama pendidikan disingkat sesuai dengan bentuk baku atau yang umum digunakan, ibarat antara lain: Fekon/ Fisipol/ Poltek/ Faperta/ Fahutan/ Ak. Farmasi/ F. Kedokteran/ F. Teknik    Unmul/ F. Hukum/ ABA/ UI/ Akper/ SMA/ Unair/ SMU/ STM/ ITB/ SPMA/ SMP/ Untag/ SKKA/ SKKP/ ITS/ STN/ PGAN/ IPB/ SD/ FKIP/ UGM/ SR/ IKIP/ Unhas.

Penulisan Nama Pendidikan sesuai dengan urutan berikut :

– Fakultas, Jurusan, Universitas, Kota
– Akademi, Jurusan, Kota
– Sekolah, Jurusan, Kota
Contohnya :
– ABA, Sastra Inggris, Yogyakarta
– Akper, Kebidanan, Pontianak
– Fekon, Akuntantasi, Unmul, Banjarmasin
– Fisipol, A.N., Unmul, Pekanbaru
– FKIT, Teknik Listrik, IKIP, Surabaya
– Kedokteran, Umum, Airlangga Surabaya
– Poltek, Tata Niaga, Malang
– SMAN 1, IPA, Surakarta
– SMPN 2, Bandung
– SRN 13, Denpasar
– STIE, Manajemen Perusahaan, Makassar

15. Penulisan Lulus Tahun

Angka tahun lulus Pendidkan terdiri dari 4 digit, ibarat : 1995/ 2002/ 2005

16. Penulisan Tingkat Ijazah

Tanpa spasi di antara tanda titik tengah dan tanpa tanda titik sehabis karakter terakhir, Contoh:
S.3         SM      SLTA
S.2         D.III    SLTP
S.1         D.II     SD
D.IV      D.I

17. Penulisan Tgl. Lahir

Diisi tanggal lahir yang bersangkutan, sesuai dengan yang tercantum dalam SK CPNS- nya. Input data: dd/mm/yy,
contohnya : 1/3/02 atau 01/03/02

18. Penulisan Catatan Mutasi

Diisi dengan mutasi terakhir dari atau ke instansi lain.

19. Penulisan Keterangan

Diisi keterangan yang penting atau perlu saja, ibarat :
    • TB : Tugas belajar
    • CTN : Cuti di luar tanggungan Negara
    • MD : Meninggal dunia
    • PT : Purna Tugas (Pensiun)
    • Keterangan lainnya yang perlu.
Referensi :
  1. Undang-undang Nomor 8 Tahun 1974 perihal Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3041).
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1972 perihal Badan Administrasi Kepegawaian Negara (Lembaran Negara Tahun 1972 Nomor 42).
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 1979 perihal Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Tahun 1979 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3138).
  4. Surat Edaran Kepala BKN Nomor : 03/Se/1980 Tentang Daftar Urut Kepangkatan Pegawai Negeri Sipil.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...