Petunjuk Teknis Aktivitas Indonesia Cendekia (Pip) Tahun 2016

Presiden Republik Indonesia melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 telah menginstruksikan kepada Menteri, Kepala Lembaga Negara, dan Kepala Pemda untuk melakukan Program Keluarga Produktif melalui Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Program Indonesia Sehat (PIS) dan Program Indonesia 

Pintar (PIP). Pencapaian tujuan tersebut dibutuhkan langkah-langkah proaktif forum dan institusi terkait sesuai dengan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing secara terkoordinasi dan terintegrasi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi kegiatan untuk mencapai tujuan. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai dengan kiprah dankewenangannya melakukan Program Indonesia Pintar dengan tujuan untuk meningkatkan kanal bagi anak usia 6 hingga dengan 21 tahun untuk mendapat layanan pendidikan hingga final satuan pendidikan menengah, dan mencegah penerima didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out). 

PIP diharapkan bisa menjamin penerima didik sanggup melanjutkan pendidikan hingga final pendidikan menengah, dan menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan biar kembali mendapat layanan pendidikan. PIP bukan hanya bagi penerima didik disekolah, namun juga berlaku bagi penerima didik di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), dan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), atau satuan pendidikan nonformal lainnya, sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. 

SASARAN
Sasaran PIP yaitu Peserta Didik berusia 6 hingga dengan 21 tahun yang merupakan :
  1. Peserta didik pemegang KIP; 
  2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus menyerupai : 
  • Peserta didik dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH); 
  • Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS); 
  • Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti asuhan; 
  • Peserta didik yang terkena dampak tragedi alam; 
  • Kelainan fisik (peserta didik inklusi), korban musibah, dari orang bau tanah PHK, di kawasan konflik, dari keluarga terpidana, berada di LAPAS, mempunyai lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah; 
  • Peserta pada forum kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya; 
  • Peserta didik kelas 6, kelas 9, kelas 12, dan kelas 13; 
  • Peserta didik Sekolah Menengah kejuruan yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman. 
Berikut yaitu Peraturan Bersama Antara Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Paudni Dikmas perihal Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar Tahun 2016 yang sanggup diunduh disini.


Lampiran Peraturan Bersama Antara Dirjen Dikdasmen dan Dirjen Paudni Dikmas perihal Petunjuk Teknis Program Indonesia Pintar Tahun 2016 yang sanggup diunduh disini.



Sumber http://timdapodik.blogspot.co.id/

Subscribe to receive free email updates:

loading...