Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala

Sebuah menjadi ketentuan bahwa semua orang renta harus berkemas-kemas untuk bersabar dalam mendidik anak-anaknya.

Kondisi anak yang melaksanakan banyak sekali hal, termasuk hal-hal yang kurang menyenangkan bagi orang tuanya, merupakan sebuah menjadi fase yang otomatis akan dilewati, ini sebuah proses perkembangan  kejiwaan anak.

Pada fase ini, anak sudah mulai untuk ingin mencicipi ‘kemerdekaan’ semoga dirinya tidak boleh diatur-atur, kondisi anak juga bertingkat-tingkat. Adapun beberapa hal yang memicu sifat jelek pada anak, yang paling mendominasi alasannya yakni kesalahan dari orang renta itu sendiri.

Contohnya ketika suami-istri bertengkar di depan anaknya, maka hal ini akan berdampak sangat buruk bagi kejiwaan sang anak. Hal ini yakni sebuah kesalahan besar dari orang tua.

Kesalahan orangtua lainnya yaitu tidak mau (ataupun tidak mampu) memperlihatkan pemahaman dan komunikasi yang baik pada anak. Seperti ketika anak meminta sesuatu yang tidak baik, maka orang renta harus menolaknya, orang renta harus bisa memperlihatkan pemahaman bagi si kecil, sesuai dengan kemampuan daya tangkapnya.

Cara Yang Benar Menghadapi & Menasehati Anak Yang Keras Kepala

Hal yang terkonyol (saya kira) yang menyebabkan anak bandel dan keras kepala yakni alasannya yakni tidak adanya ikatan cinta antara orang renta dan anak. Bagaimana mungkin orang renta tidak memiliki cinta untuk anak? Sungguh ini yakni hal yang aneh.

Hal yang wajar jikalau orang renta bersedih dengan sikap anaknya yang negatif, alasannya yakni banyak hal buruk yang dilakukan si anak. Dan tidak sedikit orang renta yang galau hening teknik yang ampuh untuk menasehati anak.

Menjadi orang renta merupakan peran yang mulia. Jadilah orang renta yang dibanggakan oleh belum dewasa Anda. Anak-anak Anda sangat memerlukan ‘uluran’ didikan Anda, agak kelak dikala sampaumur dirinya  mampu untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas. Selain itu, Anda harus memperlihatkan waktu berkualitas untuk anak-anak.

Mengenai anak yang susah dinasehati dan keras kepala, maka ini kemungkinan besar alasannya yakni kesalahan orang renta yang kurang memperlihatkan penjagaan kejiwaan anak. Anak tidak dijaga dari hal-hal dan penglihatan yang buruk. Karena anak sifatnya yakni menjiplak atau menggandakan apa-apa yang dilihatnya.

Tapi jikalau sudah terjadi, maka hal pertama yang harus diingat orang tua, yaitu butuh waktu untuk mengembalikan anak dari sifat keras kepala menjadi sifat yang memudah memahami keadaan orang tuanya. Makara ini yakni acara jangka panjang.


Jika anak dinasehati lalu tidak terima dan marah. Maka ini hal yang pertama harus diingat dan dilakukan orang tua...
Yang pertama yakni membisu atau menahan diri, hal ini mungkin sulit. Akan tetapi pada kondisi yang ‘panas’ ibarat ini lebih baik menahan diri untuk tidak berkomentar ihwal perbuatan anak. Kalaupun terpaksa bicara (mengkritik -pen), maka batasi pada hal terpenting saja.

Hal itu alasannya yakni kondisi anak yang sedang emosi, orang renta memperlihatkan penjelasan bagaimanapun akan tetap ditolak. Tunggu semoga situasi mereda, gres mulai berikan penjelasan yang baik dan lembut pada anak.

Sebuah kesalahan besar jikalau anak sedang emosi, tetapi orang renta juga terpancing ikut emosi, hal ini akan membuat dilema tidak selesai-selesai.

Kemudian, tetap hening ketika anak melaksanakan hal-hal negatif. Orang renta bisa memperlihatkan arahan ketidak-setujuan pada kelakukan anak, dengan cara mengambarkan rasa sedih (atau semacamnya) dan menjelaskan secara perlahan mengenai kekeliruannya.

Terkadang seorang anak memiliki keingintahuan dan kemauan yang amat besar, dirinya ingin melaksanakan sesuatu, akan tetapi seringkali kemampuan yang dimilikinya tidak sebesar keinginannya. Kondisi ini seringkali menimbulkan anak frustasi dan kesal, sehingga menuntunnya menjadi suka marah-marah

Sifat keras kepala anak bisa terjadi alasannya yakni minimnya rasa kasih sayang yang diterimanya. Saat anak mulai tumbuh maka kesibukan aktivitasnya meningkat, kesudahannya kedekatan antara anak dan orang tuanya mulai menghilang secara perlahan.

Sehingga hal yang sangat penting yakni pelukan dan belaian kasih sayang dari orang tua, sehingga hal ini akan terus berkesan pada anak, hingga dirinya dewasa.

Orang renta yang memeluk dan mencium anak secara tulus, terutama ketika sang anak sakit. Cara ini sangat ampuh untuk memperlihatkan ketenangan jiwa pada anak.

Jangan lupa untuk memperbaiki diri sendiri
Terkadang, banyak para orang renta yang tidak menyadari ihwal penyebab anak yang bandel dan keras kepala, itu alasannya yakni kesalahan orang renta sendiri. Jika ada orang renta yang memiliki sifat memaksa, tidak mau mengalah, susah dinasehati baik-baik, maka sifat buruk ini akan ikut menular pada anaknya. Hal itu alasannya yakni anak akan melihat banyak sekali sifat buruk itu dari orang tuanya, sehingga sedikit-banyaknya anak akan menggandakan sifat orang tuanya.

Untuk itu, jikalau orang renta ingin memiliki anak yang baik, maka terlebih dahulu dirinya-lah yang harus baik, sehingga anak akan menggandakan sifat baiknya. Dan anak nantinya akan cenderung tumbuh menjadi seorang yang memiliki huruf baik.

Sebuah kesalahan yang fatal, orang renta melarang sesuatu hal yang buruk pada anaknya, tetapi orang renta sendiri justru malah melaksanakan hal buruk tersebut.

loading...

Memberikan larangan secara berlebihan, bisa membuat anak menjadi keras kepala
Rasa keingintahuan anak terhadap dunianya sangatlah besar, hal ini membuat mereka ingin melaksanakan banyak sekali hal dengan leluasa. Menjadi sifat dasar anak yaitu memiliki rasa keingitahuan yang sangat besar.

Dengan begitu, tidak jarang kita melihat bahwa orang renta yang ‘berlebihan’ dalam melarang anaknya untuk melaksanakan sesuatu, maka sering pertengkaran antara anak dan oang tua.

Menghadapi problematika ini, orang renta bisa mengambil jalan tengahnya saja, yaitu larangan yang diberikan pada anak yakni hal yang penting-penting saja. Adapun jikalau anak ingin melaksanakan suatu hal yang tidak membahayakannya, maka tidak perlu dilarang, yang perlu dilakukan yakni hanya memonitornya saja, sehingga orang renta bisa memperlihatkan masukan pada anak (agar anak tidak melenceng jauh jalan hidupnya).

Adapun terlalu protekif maka ini dapat membuat anak kesal, yang bisa membuatnya menjadi sosok yang keras kepala nantinya. Sehingga orang renta harus pintar-pintar dalam memilah mana yang urgent untuk harus dilarang dan mana yang tidak.

Buat dikala yang sempurna dikala menasehati
Orang renta harus mengetahui dikala yang sempurna untuk memperlihatkan nasehat kepada anak. Sehingga dalam suasana yang baik, anak akan lebih mau untuk mendapatkan nasehat.  Contohnya memperlihatkan nasehat dikala anak sedang merasa senang dan pikirannya terkendali dengan baik. Jangan memperlihatkan nasehat dikala anak sedang emosi dan pikirannya kalut alasannya yakni 90% percuma.

Jangan mempermalukan anak di depan umum
Dalam menasehati anak, orang renta tidak boleh melakukannya di daerah yang ada banyak orang, hal itu alasannya yakni akan membuat anak merasa malu. Nasehati-lah anak di daerah yang rahasia, dan lakukan dengan bunyi yang lembut. Hal ini membuat nasehat orang renta berkemungkinan besar diterima oleh hati sang anak.

Buatlah kekerabatan kepercayaan yang baik antara orang renta dan anak
Hal ini semoga anak bisa terbuka pada orang renta megenai kondisinya. Jika Anda berhasil membuat anak Anda untuk mau terbuka dalam memberikan uneg-uneg yang ada di dalam hatinya, hal ini sangatlah bagus. Tinggal Anda sebagai orang renta harus menjadi sosok idola yang dapat mengemban amanah oleh anak-anak. Sebuah kesalahan jikalau orang renta ingin menjadi idola bagi anak-anaknya, tetapi melakukannya dengan cara otoriter.

Sifat orang renta yang otoriter, keras dan tidak memiliki tolenrasi akan membuat anak menjadi tidak memiliki kepercayaan pada orang tuanya. Anak tidak mau menceritakan tetang perasaannya atau masalah-masalah yang dihadapinya, alasannya yakni dirinya sudah tidak percaya pada orang tuanya. Sehingga anak lebih memilih tertutup pada orang tuanya.

Contoh sederhana di masyarakat, seorang anak yang mengadukan kesulitannya dalam mengikat tali sepatu kepada orang tuanya. Akan tetapi malah direspon negatif oleh orang tua, ibarat mengatakan “Sudah besar begini belum bisa memakai sepatu, payah Kamu” . Jika orang renta sering melaksanakan respon negatif ibarat ini, maka tunggulah sang anak akan menjadi tidak percaya lagi dalam mengungkapkan isi hatinya pada orang tuanya.


Orang renta juga harus menahan diri dari terlalu sering mengkritik anak dikala mengobrol, alasannya yakni anak akan merasa dihakimi dan justru akan menutup diri pada orang tuanya.

Mungkin orang renta juga perlu mengajarkan anak ihwal cara mengungkapkan isi hati kepada lawan biacara, sehingga anak nantinya bisa lebih terbuka pada orang tuanya.

Tips lainnya semoga anak mau terbuka pada oang tuanya, maka berilah penghargaan yang tinggi pada anak, pujilah anak jikalau kebanggaan itu baik untuknya, hal ini juga bisa memotivasi anak. Orang renta jangan kelu lidahnya untuk memuji ajak ketika anak melaksanakan hal yang bagus. Milikilah kasih sayang pada anak sehingga Anda sebagai orang renta bisa memperlihatkan kebanggaan nrimo pada anak.

Dengan keterbukaan yang baik antara orang renta dan anak, dimana anak sudah sangat percaya pada oang tuanya. Maka saya sangat yakin, bahwa Anda akan sangat mudah untuk menasehati anak, dan anakpun mendapatkan dengan senang hati.

Sebagai pelengkap penting, berafiliasi dengan kepercayaan anak kepada orang tua. Anda sebagai orang renta WAJIB untuk memperlihatkan waktu berkualitas pada anak. Setidaknya dalam sehari miliki waktu 1 jam semoga Anda menjalani saat-saat berkalitas bersamanya.

Walaupun Anda sibuk tetap usahakan hal ini, jalani banyak sekali kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat bersama anak, paling baik yakni melaksanakan kegiatan edukasi bersama anak.

Wajib bagi orang renta memperlihatkan kasih sayang, perhatian dan pendidikan maksimal untuk anak
Anak akan sangat bahagia dan nyaman ketika mendapatkan sesuatu yang terindah dalam hidupnya, yaitu mendapatkan perhatian orang tuanya yang cukup. Sebagai orang renta harus mengetahui, bahwa sekecil apapun sesuatu yang diberikan kepada anak, maka hal itu akan menjadi sangat berharga bagi anak.

Bentuk perhatian ada dua. Yang pertama yaitu membantu anak untuk mendapatkan haknya (hal ini sudah terang maksudnya), ibarat jikalau anak ingin mendapatkan makanan kesukaannya, maka orang renta tinggal membelikan makanan kesukaan anak tersebut.

Yang kedua yaitu membantu anak untuk menjalani kewajibannya, maksudnya yaitu ibarat contoh: Orang renta mengingatkan jam berguru dan memotivasi anak untuk belajar. Maka ini bahu-membahu yakni bentuk perhatian dan kasih sayang pada anak ‘yang sangat besar’.

Contohnya lainnya setelah melatih anak untuk giat dan kontinyu untuk belajar, orang renta juga perlu memikirkan caranya semoga anak bisa secara berdikari untuk membersihkan dan merapihkan kamar tidurnya sendiri, meletakan barang-barangnya, mengajarkan sikap yang baik dan benar, melatih anak semoga terbiasa untuk gosok gigi dan banyak pola lainnya.

Orang renta yang melatih kemandirian anak inilah yang menjadi hal PALING BEHARGA. Dengan Anda berusaha melatih anak untuk mandiri, sehingga anak akan memiliki banyak kemampuan, anak bisa untuk berpikir lebih terbuka.

Hal inilah yang membuat Anda dapat lebih mudah untuk berhasil dalam menasehati anak, Anda tidak lagi menganggapnya keras kepala, tidak koperatif, susah memahami kondisi orang tua, dll.

Anak bisa hingga menjadi sosok yang keras kepala juga alasannya yakni kesalahan orang tuanya sendiri. Secara umum orang renta yang ada di bumi ini, menjadi penanggung jawab terbesar dari kelakuan belum dewasa yang tidak terkontrol dan buruk.

Bagaimana tidak? Betapa banyak belum dewasa yang dibiarkan bermain seharian, sedangkan orang tuanya tidak megetahui (bahkan tidak mau tahu) ihwal kemana anaknya bermain dan apa saja yang dialaminya seharian. Banyak orang renta yang tidak perduli, hal ini menjadi kesalahan fatal yang sulit termaafkan.

Perlu Anda ketahui, suatu dikala sang anak pasti akan menuntut (ketika dewasa) keada orang tuanya, mengapa dirinya tidak pernah dididik dengan baik dari kecil? Hal ini akan menjadi bumerang berbahaya bagi orang tua.

Anak yang dari kecil terlatih berdikari dari orang tuanya, serta mendapatkan kasih sayang yang baik dari orang tuanya. Sang anak akan lebih bisa untuk memahami keadaan sekitarnya, anak tidak lagi menjadi sosok cengeng yang sulit memahami keadaan sekitar.

Sehingga sekali Anda menasehati dengan cara yang biasa saja maka anak sudah dapat mengerti, dan dapat memahami keadaan Anda sebagai orang tuanya. Tentunya memiliki anak yang bisa memahami keadaan orang tuanya ibarat ini, menjadi KADO terindah bagi orang tua.

Ingat! Wajib bagi orang renta mengambarkan anaknya kepada jalan kebaikan, jangan hingga jiwa anaknya teormbang ambing di dalam jalan yang menyimpang, alasannya yakni orangtuanya yang tidak membimbingnya.

Kesalahan oang renta yang hanya memerhatikan fisik sang anak (hanya makanan, pakaian, dll) tanpa peduli pada kondisi kejiwaan anak, maka ini memperlihatkan dilema besar. Orang renta yang hanya bisa memperlihatkan uang, makanan, pakaian, sepeda, dll pada anak, tetapi tidak bisa untuk memperlihatkan pendidikan kaakter yang baik untuk anak-anaknya. Hakekatnya orang renta yang ibarat ini BELUM MEMBERIKAN KEBAIKAN APA-APA pada anaknya.

Orang renta selain ‘jago’ mencari uang, juga harus memperdalam ilmunya ihwal cara membentuk huruf anak yang baik. Akibat orang renta yang tidak memperlihatkan ‘perhatian penting’ supaya anak bisa mejalankan segala kewajibannya, berakibat pada lambatnya perkembangan kedewasaan anak.

Hal ini akan sangat terasa dikala anak dewasa, bahkan juga sudah terasa dikala anak belum lagi remaja. Hal ini tergantung dari kondisi masing-masing.
Sumber http://kesehatantubuh-tips.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

loading...