Tata Nilai Pengadaan Barang Atau Jasa

 yang selanjutnya di sebut dengan pengadaan barang dan jasa ialah suatu acara untuk me Tata Nilai Pengadaan Barang atau Jasa
Tata Nilai Pengadaan barang dan jasa/Illustration
Tata Nilai Pengadaan Barang/Jasa-Pengadaan barang dan jasa yang selanjutnya di sebut dengan pengadaan barang dan jasa ialah suatu acara untuk mendapat barang dan jasa oleh pemerintah desa,baik dilakukan dengan cara swakelola maupun melalui penyedia barang dan jasa.

Pengadaan barang dan jasa secara Swakelola sendiri di maksudkan semoga seluruh masyarakat desa dengan semangat gotong royong,memanfatkan kearifan lokal,serta memaksimalkan penggunaan material/bahan dari wilayah desa setempat untuk memperluas kesempatan kerja dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Baca : Soal Tes Pendamping Desa Lengkap dengan Penjelasan

Apabila Pengadaan barang dan jasa  tidak sanggup di sediakan secara swakelola baik sebagian maupun keseluruhan , sanggup dilaksanakan oleh penyedia barang  dan jasa yang di anggap mampu.

Sedangkan penyedia barang dan jasa merupakan tubuh perjuangan atau perorangan yang menyediakan barang dan jasa.Pengadaan barang dan jasa tidak di perbolehkan memakai materi ,materia,dan atau barang dan alat yang sanggup merusak lingkungan sekitar serta di utamakan memakai produksi dalam negeri yang telah kita miliki,Standar Nasional Indonesia (SNI).

Kemudian dalam hal penyediaan barang dan jasa yang ada di desa harus memperhatikan tata nilai pengadaan barang dan jasa.Berikut ini enam tata nilai dalam penyediaan barang dan jasa.

1. Efisien
 
Efisien berarti dalam penggunaan barang dan jasa di usahakan memakai dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang telah di menetapkan atau memakai dana yang telah di menetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum.

2. Efektif

Penting untuk diingat bahwa efektif dalam hal pengadaan akan menawarkan manfaat sebesar-besarnya demi masyarakat desa.

3. Transparan

Transparan berarti semua gosip harus terang dan  dapat diketahui secara luas oleh masyarakat dan penyedia yang berminat.

4. Pemberdayaan Masyarakat Desa

Merupakan  upaya dalam menyebarkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan sikap ,keterampilan,perilaku,kemampuan,kesadaran,serta memanfaatkan sumber daya melalui penetapan kebijakan,program,kegiatan, dan pendampingan yang sesuai dengan esensi dilema dan prioritas kebutuhan masyarakat desa.

5. Gotong royong

Gotong royong berarti penyedia tenaga kerja secara cuma-cuma oleh masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan desa.

6. Akuntabel

Akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa harus sesuai dengan hukum dan ketentuan yang terkait dengan pengadaan barang dan jasa sehingga sanggup dipertanggungjawabkan.

Sekali lagi,ketujuh tata nilai pengadaan barang dan jasa tersebut harus wajib di lakukan desa,demi kemajuan dan kemandirian.

Subscribe to receive free email updates:

loading...