Suka Sedih Menjadi Pendamping Desa

 Oke pribadi saja aku akan membuatkan sedikit pengalaman menjadi seorang Pendamping Desa Suka Duka menjadi Pendamping Desa
Suka Duka Pendamping Desa

Updesa-Suka murung menjadi Pendamping Desa.Bagi sobat yang belum mengenal saya,perkenalkan nama aku Adi  asal kota Lampung Tengah,Bandar Lampung.

Oke pribadi saja aku akan membuatkan sedikit pengalaman menjadi seorang Pendamping Desa.Awal mula aku menjadi Pendamping Desa sebetulnya di mulai di tahun 2016,berbekal pengalaman yang tak seberapa karenanya aku beranikan diri untuk mendaftarkan diri untuk menjadi seorang Pendamping Desa melalui jalur online yang terbuka bagi umum.

ARTIKEL INI BANYAK DI SHARE LOE SOB

Masih teringat terperinci di ingatan saya,bagaimana sulitnya usaha aku ketika akan mengikuti tes.Berangkat sekitar jam 04.00 pagi memakai motor sumbangan dari sahabat aku tidak menyurutkan semangat aku untuk menjadi seorang pendamping.Maklum rumah aku tidak mengecewakan jauh dari kawasan tes,ya kira-kira 60 km lah jadi mau tidak mau harus berangkat lebih awal biar tidak terlambat ketika mengikuti tes yang kebetulan tesnya di adakan di seluruh Universitas yang di tunjuk Pihak Kementrian Desa PDTT.

Pada dikala tes pertama,kalau tidak salah soalnya berjumah 60 soal dan berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014,Permendagri Pelaksana Undang-Undang Desa dan Permendesa karenanya aku sanggup lolos dan sanggup memenuhi passing grate yang telah di tentukan Kementrian Desa.Melangkah pada tes kedua,ketiga, dan ketika keempat aku pun sanggup lolos.Kemudian Sekitar bulan Desember tahun 2016 jikalau tidak salah,Surat Perintah Tugas (SPT) keluar dan mulai bekerja.

Nah,setelah mendapatkan Surat Perintah Tugas (SPT) dan tahu di mana lokasi kita bekerja,ternyata perjalanan gres di mulai sob.Bekarja dengan hal-hal gres dan menemui orang yang berbeda abjad dan telah terlebih dahulu tahu mengenai tata pemerintahan terkadang menciptakan kita sulit untuk beradaptasi.

Apalagi waktu itu banyak yang beranggapan bahwa pendamping di cap belum sanggup bekerja dengan baik dan tidak menguasi Undang-Undang Desa.Bahkan yang lebih gil* laporan tersebut hingga ke satker dan Ditjen Kementrian Desa.

Tentu,hal tersebut menciptakan murung mendalam buatku.Bagaimana tidak,sebagai orang yang gres terjun ke dunia fasilitator harus meluruskan stigma yang aku anggap salah tersebut.Berkat tekad dan niat serta mempelajari hukum yang ada dalam Undang-Undang Desa,akhirnya aku sanggup diterima dengan baik.
Walaupun, pada awalnya Penguasa Anggaran (tanda kutip) merasa tidak nyaman akan keberadaan Pendamping Desa.Kemudian bertahap aku jelaskan serta meluruskan stigma mir*ng tersebut kepada mereka.Saya menyampaikan bahwa

"Kami ( Pendamping Profesional ) ada sebab adanya Undang-Undang Desa dan Dana Desa.Jika kami tidak ada tentu Dana Desa pun tidak akan pernah ada sebab kami merupakan pecahan yang tidak terpisahkan dari Undang-Undang Desa dan bertugas untuk mengawal serta mensukseskan Implementasi Undang-Undang Desa".

KALAU INI TENTANG TUTORIAL SISKEUDES

Alhamdullilah,mereka mengerti dan sekarang mereka mendapatkan aku dengan baik dan sopan.Tentu hal itulah yang menciptakan aku menjadi senang dan pastinya kita akan lebih gampang untuk mensukseskan Impelemtasi Undang-Undang Desa serta mempercepat pembangunan mulai dari pinggiran sesuai dengan "PROGRAM NAWACITA PRESIDEN JOKO WIDODO"

Itulah sedikit artikel yang sanggup aku bagikan terkait "Suka Duka menjadi Pendamping Desa" dan semoga sanggup menjadi wangsit bagi para penggiat desa biar lebih semangat dalam berjuang demi Nusa,Bangsa dan Negara.
Sekali lagi,tidak ada yang mustahil di dunia ini selama kita berusaha,berdo'a dan berihktiar.

Mohon share ke teman-teman yang berjuang sebagai penggiat desa.

Subscribe to receive free email updates:

loading...