Mengenal Aktivitas Bridging Course Untuk Smp

dapodikblog.com (14/07/2016) - Tahun pelajaran gres tentunya tidak akan terlepas dari penerimaan siswa baru. Adanya siswa gres sering menjadikan banyak sekali permasalahan yang sangat menghipnotis perjalanan proses pembelajaran bagi siswa pada tahap selanjutnya. 

 Tahun pelajaran gres tentunya tidak akan terlepas dari penerimaan siswa gres Mengenal Program Bridging Course untuk SMP
Pelaksanaan TOT Brigding Course Region Surabaya
 beberapa waktu yang lalu
Pada jenjang Sekolah Menengah Pertama salah satu dilema yang sering timbul ialah tingkat kesiapan lulusan SD ketika memasuki jenjang SMP. Seringkali banyak lulusan SD yang belum benar-benar siap memasuki jenjang SMP. Hal ini antara lain disebabkan oleh belum memadainya mutu pendidikan di sejumlah SD. Pola pendidikan yang ketika ini berlangsung member kemungkinan lulusan SD, walaupun dengan tingkat penguasaan “terbatas” sanggup lulus dan berhak melanjutkan ke SMP. Kondisi menyerupai itu kemudian menjadi dilema bagi guru di SMP, yaitu kesulitan memullai pelajaran lantaran bekal awal yang dmiliki oleh siswa lulusan SD tidak memadai untuk mengikuti pelajaran di SMP.

Salah satu solusi yang dipandang efektif untuk mengatasi dilema tersebut, ialah dengan memperlihatkan kegiatan “Bridging Course” kepada mereka di awal tahun pelajaran di SMP. 

Apa itu progam Bridging Course ?

Program Bridging Course (BC) ialah semacam kegiatan matrikulasi untuk meningkatkan kemampuan awal siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama pada beberapa mata pelajaran. Program Bridging Course (BC) merupakan kegiatan pembelajaran pada beberapa mata pelajaran yang dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan awal siswa gres SMP, sehingga pada ketika pembelajaran siswa mengikuti pelajaran dengan baik, lancer dan bisa menguasai bahan pelajaran secara optimal.

Program Bridging Course (BC) di Sekolah Menengah Pertama sanggup dilaksanakan dengan banyak sekali referensi dengan jangka waktu yang berbeda-beda, contohnya :
  1. Bridging Course (BC) sanggup diintegrasikan dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan selama masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS). Dalam referensi ini BC merupakan salah satu kegiatan PLS, artinya ada waktu khusus yang dialokasikan setiap hari selama masa PLS berlangsung. Banyaknya waktu yang dialokasikan sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik gres dalam mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (yang sanggup diketahui melalui tes diagnostik) dan waktu keseluruhan yang dimiliki untuk kegiatan PLS.
  2. Bridging Course (BC) sanggup dilakukan secara intensif pada periode waktu tertentu, contohnya selama satu ahad atau lebih (enam hari berturut-turut) sebelum atau setelah kegiatan PLS (di awal tahun pelajaran). Semua waktu pada periode tersebut dijadwalkan untuk Bridging Course (BC). Lama penyelenggaraan (banyaknya hari yang dialokasikan) sangat tergantung pada kesiapan peserta didik gres dalam mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Pertama dan kalender akademik sekolah.
  3. Bridging Course (BC) sanggup diberikan dalam bentk pelajaran pemanis setelah pelajaran berakhir setiap hari pada awal tahun pelajaran baru, selama jangka waktu tertentu. Setiap hari atau setiap dua hari sekali peserta didik diberi pelajaran pemanis selama dua jam atau lebih. Banyaknya waktu yang dialokasikan sangat tergantung pada tingkat kesiapan peserta didik gres dalam mengikuti pelajaran di Sekolah Menengah Pertama (yang sanggup diketahui melalui tes diagnostik). Dalam referensi ini Bridging Course (BC) sanggup diberikan selama satu tahun, dua atau lebih pada bulan-bulan awal semester satu kelas VII SMP.
Ingin tahu lebih jauh ihwal kegiatan Bridging Course (BC) ? tunggu postingan berikutnya.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...