Kriteria Kelulusan Ujian Tahun 2016

 tidak lagi menjadi syarat kelulusan dari satuan pendidikan Kriteria Kelulusan Ujian tahun 2016
Ujian Nasional tahun 2016 tidak lagi menjadi syarat kelulusan dari satuan pendidikan. Ujian Nasional tahun ini lebih diperuntukkan sebagai :
  1. Pemetaan mutu aktivitas pendidikan dan atau satuan pendidikan
  2. Pertimbangan masuk jenjang pendidikan berikutnya
  3. Dasar pelatihan dan pemberian derma kepada satuan pendidikan untuk pemetaan dan peningkatan mutu pendidikan
  4. Dasar pemetaan pencapaian standar penerima didik, satuan pendidikan maupun wilayah bagi Pemerintah Daerah.
Dengan tidak masuknya hasil Ujian Nasional sebagai salah satu penentu kelulusan maka satuan pendidikan mempunyai kewenangan penuh untuk menyusun kriteria kelulusan bagi penerima didiknya, termasuk dalam pembobotan nilai raport dan nilai ujian sekolah/madrasah. Kriteria kelulusan penerima didik dari satuan pendidikan harus dibahas dan ditetapkan melalui sebuah rapat dewan guru bagi satuan pendidikan formal dan bagi satuan pendidikan kesetaraan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kab/Kota dengan melibatkan perwakilan dari satuan pendidikan non formal.

Bagaimana memilih kriteria kelulusan tersebut ?

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 tahun 2015 wacana Penilaian hasil berguru oleh pemerintah melalui ujian nasional, dan evaluasi hasil berguru oleh satuan pendidikan melalui Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang sederajat DAN SMA/MA/SMK pasal 24 menyampaikan bahwa Peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan sesudah memenuhi kriteria: 
  1. Menyelesaikan seluruh aktivitas pembelajaran; 
  2. Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan 
  3. Lulus Ujian S/M/PK. 
Ini yang harus diterjemahkan disekolah menjadi kriteria kelulusan dari satuan pendidikan. Oleh lantaran itu sekolah harus menuyusun kriteria kelulusan yang minimal memuat : 
  1. Kriteria penerima didik telah menuntaskan seluruh aktivitas pembelajaran itu apa saja.
    Seberapa prosen kehadiran/absensinya di sekolah yang masih dapat ditoleransi sehingga anak tersebut memenuhi kriteria lulus. Batas toleransi ini hendaknya harus lebih besar dari 50%, lantaran kalau prosentase ketidakhadiran lebih besar dari prosentase kehadirannya maka sudah terang anak tersebut tidak memenuhi kriteria pertama. 
  2. Sikap/prilaku yang disebut baik itu menyerupai apa.
    Apakah kalau penerima didik itu sudah kawin itu masih disebut baik ? Apakah contohnya anak tersebut orangnya pandai tetapi temperamental sehingga dipukul gurunya, masih dikatagorikan baik ? Apakah informasi dari masyarkat wacana pelanggaran etika di luar sekolah, sekolah masih menyebut anak itu baik ? dan lain sebagainya. Semua itu diputuskan melalui rapat dewan guru. 
  3. Lulus ujian sekolah.
    Disebut lulus ujian sekolah berapa nilainya. Untuk memilih nilai simpulan berapa bobot Nilai Raport dan bobot Nilai Ujian Sekolah. Demikian juga untuk Nilai Ujian Sekolah, kalau memakai ujian tulis dan ujian praktik berapa bobot masing-masing, harus ditentukan. Untuk kriteria ini evaluasi kognitif dan psikomotor hendaknya mempertimbangkan KKM mata pelajaran, sesuai dengan prinsip "Belajar Tuntas."
Kriteria kelulusan tersebut harus dibahas secara matang dalam rapat dewan guru sebelum pelaksanaan ujian, kemudian ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah wacana Kriteria Kelulusan Ujian. Keputusannya nanti akan dijadikan dasar pada rapat kelulusan. Jangan hingga kriteria kelulusan tersebut disusun pada ketika rapat kelulusan.

Berikut ini referensi SK Kepala Sekolah wacana Kriteria Kelulusan Ujian pada satuan pendidikan tahun 2016.


PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR 
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA 
Sekolah Menengah Pertama NEGERI 2 WANASABA 
Alamat : Jl. Segara Anak Karang Baru, Kec. Wanasaba Lotim KP. 83653. 
E-mail : smp2wanasaba.goinoperator@gmail.com


KEPUTUSAN 
KEPALA Sekolah Menengah Pertama NEGERI 2 WANASABA LOMBOK TIMUR 
Nomor : 800/26 /SMPN. 02/ 2016 
TanggaL : 5 April 2016 

Tentang 

KRITERIA KELULUSAN PESERTA DIDIK KELAS IX 
TAHUN PELAJARAN 2015/2016

Dengan Rahmat Allah Yang Maha Esa, Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba:
Menimbang   
a.       bahwa untuk memilih kelulusan penerima didik pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba perlu ditetapkan Kriteria Kelulusan
b.      bahwa untuk memutuskan kriteria kelulusan tersebut perlu dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba
Mengingat     
  1. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 wacana Sistem Pendidikan Nasional. 
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 wacana Standar  Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  4. Permendikbud RI No.57 tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pemerintah melalui Ujian   Nasional dan Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan melalui Ujian Sekolah/Madrasah/Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang Sederajat dan  SMA/SMK/ atau yang Sederajat
  5. Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor: 0034/P/BSNP/XII/2015 wacana Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2015/2016
  6. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Ujian Nasional SMP/SMPLB/MTs, Paket B,SMA/SMALB/MA/SMK dan paket C Tahun Pelajaran 2015/2016 Dinas Dikpora Provinsi Nusa Tenggara Barat
  7. Petunjuk Teknis ( Juknis) dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Timur Nomor : 423.7/160.b/Dikpora/ /2016 tanggal 9 Februari 2015.
  8. Keputusan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba  nomor  :  800/21/SMPN. 02/ 2016  wacana Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Sekolah  Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016
  9. Dokumen I Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba Tahun Pelajaran 2015/2016
Memperhatikan 
 :
Hasil Rapat Dewan Gru Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba tanggal 22 Februari 2016

Memutuskan
Menetapkan :


PERTAMA 
Kriteria Kelulusan Peserta Didik kelas IX sebagai berikut:
Peserta didik dinyatakan lulus dari Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wanasaba apabila:
  1. Telah menyelesaikan seluruh aktivitas pembelajaran (memiliki raport semester 1 s/d semester 6);
  2. Kehadiran peserta didik minimal 85%;
  3. Memperoleh nilai sikap minimal Baik pada penilaian akhlak mulia dan kepribadian;
  4. Memperoleh jumlah rata-rata nilai simpulan semua mata pelajaran minimal Cukup (55,0 sd. 75,0)
KEDUA
 :
Hal- hal  lain yang tidak diatur dalam keputusan ini akan diatur kemudian
KETIGA
 :
Keputusan ini mulai berlaku semenjak tanggal ditetapkan
Ditetapkan di     :  Karang Baru
Pada tanggal      :  5 April 2016
Kepala Sekolah,


ABDUL KAHAR MUZAKKIR, S.Pd.
NIP. 19690925 199303 1 004

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...