Menambah Jam Di Luar Sekolah Induk, Datanya Belum Kawin ? Ini Penjelasannya....

dapodikblog.com (27/10/2015) - Apakah anda termasuk guru sertifikasi yang hingga ketika ini belum terbit SKTPnya untuk semester 2 tahun 2015 ini ? Apakah terkendala pemenuhan beban mengajar 24-40 jam yang tidak sanggup terpenuhi di sekolah induk sehingga harus mencari perhiasan jam di sekolah lain ?

Menambah jam di sekolah lain baik di lingkup kemdikbud maupun di luar kemdikbud (kemenag) memang diperbolehkan dan diakui untuk pemenuhan beban mengajar tersebut. Akan tetapi yang sering menjadi permasalahan ialah data mengajar di sekolah lain tidak terbaca di informasi GTK sehingga berakibat SKTP tidak sanggup terbit jawaban jumlah jam linier tidak terpenuhi. Istilah yang terkenal di kalangan OPS ialah "datanya belum kawin."

Data yang belum sanggup kawin sanggup jadi disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya :

  1. Guru yang bersangkutan mengajar pada jenjang Dikmen atau pada sekolah di bawah naungan Kemenag.
  2. Guru yang bersangkutan mengajar pada jenjang Dikdas, tetapi terdapat perbedaan data pada bagian-bagian pokok pada entrian dapodikdas pada sekolah induk dan non induk, sehingga terbaca sebagai  dua data yang berbeda.
  3. Jumlah jam di sekolah induk tidak sesuai dengan ketentuan pada Bab IV pasal 52 ayat 3 PP Nomor 74 tahun 2008

Untuk faktor yang pertama, Bp. Nazarudin menjelaskan bahwa untuk guru Dikdas yang menambah jam pada sekolah jenjang Dikmen, datanya akan diambil dari Dapodikmen dan akan ditarik pada pertengahan bulan November 2015. Oleh lantaran itu pastikan Dapodikmennya sudah melaksanakan syncronisasi sebelum jadwal tersebut.

Demikian juga untuk yang menambah jam pada sekolah di bawah naungan Kemenag menyerupai MI, MTs atau MA, datanya juga akan ditarik pada pertengahan November 2015. Hanya saja proses pengajuannya melalui pengusulan dari OP SIM Tunjangan Kab/Kota. 


Jika guru yang bersangkutan menambah jam pada sekolah pada jenjang Dikdas, semenjak awal sebetulnya sudah ditarik datanya. Hanya saja mungkin permasalahannya ialah data yang dientri pada dapodik pada kedua sekolah (induk dan non induk) tidak sama. Agar datanya sanggup kawin, ditegaskan juga bahwa semua entrian pastikan harus persis sama, terutama pada bagian-bagian pokok menyerupai Nama, NUPTK, daerah dan tanggal lahir. Sebab jikalau tidak sanggup jadi akan dibaca sebagai dua data yang berbeda, sehingga JJMnya tidak sanggup kawin. 

Makara data yg harus dimasukan pada dapodik disekolah daerah guru menambah jam harus sama persis dengan data yang dientri pada sekolah induk. Baik sekolah negeri maupun swasta. Yang berbeda ialah status induk/non induk, jam mengajar dan rombongan belajarnya. Bila perlu semua data (masing-masing) tab pada dapodik sekolah induk dibuatkan screen shot kemudian diserahkan ke sekolah non induk untuk dientri di dapodiknya, sehingga data yang dientri benar-benar persis sama.

 Apakah anda termasuk guru sertifikasi yang hingga ketika ini belum terbit SKTPnya untuk sem Menambah jam di luar sekolah induk, datanya belum kawin ? ini penjelasannya....

Menambah jam di luar sekolah induk juga ada ketentuannya. Jangan hingga di sekolah induk tidak punya jam dan 24 jamnya diperoleh di sekolah non induk. Tentu saja ini tidak diperbolehkan sehingga tidak sanggup dijadikan dasar penerbitan SKTP. 

Pada Bab IV pasal 52 ayat 3 PP Nomor 74 tahun 2008 disebutkan : "Pemenuhan beban kerja paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) ahad sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) ahad pada satuan pendidikan daerah tugasnya sebagai Guru Tetap." Makara jangan hingga disatminkal tidak punya jam tatap muka atau kurang dari 6 jam tatap muka perminggu.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...