Pemenuhan Beban Kerja Guru Menurut Pp No. 74 Tahun 2008

dapodikblog.com (23/07/2015) - Berdasarkan PP No 74 tahun 2008, Beban kerja Guru meliputi acara pokok, yaitu (a). merencanakan pembelajaran; (b). melakukan pembelajaran; (c). menilai hasil pembelajaran; (d). membimbing dan melatih penerima didik; dan (e). melakukan kiprah perhiasan yang menempel pada pelaksanaan acara pokok sesuai dengan beban kerja Guru. 

 Beban kerja Guru meliputi acara pokok Pemenuhan beban kerja guru menurut PP No. 74 tahun 2008Beban kerja Guru tersebut paling sedikit memenuhi 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) ahad pada satu atau lebih satuan pendidikan yang mempunyai izin pendirian dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

Dalam rangka pemenuhan beban kerja 24 - 40 jam tatap muka perminggu tersebut, ada 3 kemungkinan yang terjadi di satu satuan pendidikan, yaitu :

  1. Beban kerja terpenuhi, bilamana jumlah guru sesuai dengan ratio rombel yang ada serta mata pelajaran yang diampunya
  2. Beban kerja melebihi ketentuan, bilamana jumlah guru lebih sedikit dari jumlah rombel yang tersedia, atau dengan kata lain di sekolah tersebut kekurangan guru.
  3. Beban kerja kurang dari ketentuan, bilamana jumlah guru melebihi jumlah yang dibutuhkan.
Kalau yang terjadi yakni kemungkinan yang pertama, maka sekolah tidak akan kesulitan dalam mengatur pembagian kiprah mengajar guru. Kondisi inilah yang merupakan kondisi ideal yang diperlukan oleh semua pihak.

Kemungkinan kedua biasanya terjadi pada daerah-daerah terpencil di mana sering terjadi kesulitan merekrut tenaga pengajar. Jika belum memungkinkan adanya guru tetap, sekolah dapat saja merekrut tenaga honorer (Guru Tidak Tetap). Akan tetapi apabila hal ini juga tidak memungkinkan, entah itu terkendala sebab memang tidak adanya tenaga atau sebab faktor dana maka mau tidak mau sekolah mesti memanfaatkan tenaga yang ada. Hmmm...

Resikonya tentu saja guru yang bersangkutan akan kelebihan jam mengajar. Dalam kondisi menyerupai ini bagi seorang guru kelas, masih diperbolehkan untuk memegang dua kelas dengan Pembelajaran diisi di dua rombel/kelas pada sekolah yang sama (sekolah Induk) namun tidak diperbolehkan bila beda sekolah.

Kemungkinan ketiga paling umum terjadi sebab jumlah guru yang terus meningkat maupun penyebarannya yang belum merata sehingga guru kekurangan jam. Alternatif yang dapat diambil bagi guru yang kekurangan jam tersebut yakni mencari jam perhiasan di sekolah lain bagi di lingkup Kemdikbud maupun di luar Kemdikbud.


Harus diingat, jikalau menambah jam di luar sekolah induk juga ada ketentuannya. Pada Bab IV pasal 52 ayat 3 PP Nomor 74 tahun 2008 disebutkan : "Pemenuhan beban kerja paling sedikit 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan paling banyak 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) ahad sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaksanakan dengan ketentuan paling sedikit 6 (enam) jam tatap muka dalam 1 (satu) ahad pada satuan pendidikan tempat tugasnya sebagai Guru Tetap." Makara jangan hingga disatminkal tidak punya jam tatap muka atau kurang dari 6 jam tatap muka perminggu.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...