Program Indonesia Pintar Berdasarkan Permendikbud No. 12 Tahun 2015

Program Indonesia Pintar, yang selanjutnya disebut PIP yaitu sumbangan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberikan kepada peserta didik yang orang tuanya tidak dan/atau kurang bisa membiayai pendidikannya, sebagai kelanjutan dan ekspansi sasaran dari aktivitas Bantuan Siswa Miskin (BSM). Untuk mendapatkan manfaat dari PIP ini sebagai penanda/identitas anak dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial (KPS)/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) diberikan sebuah kartu yang disebut dengan Kartu Indonesia Pintar atau KIP.

Tujuan PIP adalah:
  1. meningkatkan saluran bagi anak usia 6 (enam) hingga dengan 21 (dua puluh satu) tahun untuk mendapatkan layanan pendidikan hingga simpulan satuan pendidikan menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 (dua belas) Tahun;
  2. mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan pendidikan akhir kesulitan ekonomi; dan
  3. menarik siswa putus sekolah (drop out) atau tidak melanjutkan biar kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK).
Prinsip pelaksanaan PIP:
  1. efisien, yaitu harus diusahakan dengan memakai dana dan daya yang ada untuk mencapai sasaran yang ditetapkan dalam waktu sesingkat-singkatnya dan sanggup dipertanggung jawabkan;
  2. efektif, yaitu harus sesuai dengan kebutuhan yang telah ditetapkan dan sanggup memperlihatkan manfaat yang sebesar-besarnya sesuai dengan sasaran yang ditetapkan;
  3. transparan, yaitu menjamin adanya keterbukaan yang memungkinkan masyarakat sanggup mengetahui dan mendapatkan warta mengenai PIP;
  4. akuntabel, yaitu pelaksanaan kegiatan sanggup dipertanggungjawabkan;
  5. kepatutan, yaitu pembagian terstruktur mengenai program/kegiatan harus dilaksanakan secara realistis dan proporsional; dan
  6. manfaat, yaitu pelaksanaan program/kegiatan yang sejalan dengan prioritas nasional
Sasaran PIP yaitu anak berusia 6 (enam) hingga dengan 21 (dua puluh satu) tahun dengan kriteria sebagai berikut:
  1. siswa/anak dari keluarga pemegang Kartu Perlindungan Sosial/Kartu Keluarga Sejahtera (KPS/KKS);
  2. siswa/anak dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH);
  3. siswa/anak yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari panti sosial/panti asuhan;
  4. siswa/anak yang tidak bersekolah (drop out) yang dibutuhkan kembali bersekolah;
  5. siswa/anak yang terkena dampak ekonomi akhir peristiwa alam; atau
  6. siswa dari keluarga miskin/rentan miskin yang terancam putus sekolah. 
Program Indonesia Pintar dilaksanakan oleh direktorat jenderal terkait, dinas pendidikan provinsi, dinas pendidikan kabupaten/kota, dan satuan pendidikan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyediakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang dikeluarkan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Sedangkan pembiayaan pencetakan KIP dibebankan kepada anggaran direktorat jenderal terkait sesuai dengan kuota nasional masing-masing 

Peserta didik yang termasuk sasaran sanggup diusulkan oleh sekolah/SKB/PKBM/Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya, Balai Latihan Kerja (BLK), dan pemangku
kepentingan. Selanjutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berdasarkan sasaran dan kriteria penerima, membayarkan manfaat PIP kepada sasaran yang telah terdaftar di satuan pendidikan formal atau non formal dengan mengecualikan satuan pendidikan yang berada di bawah pembinaan Kementerian Agama.

Pembayaran manfaat PIP kepada sasaran peserta bagi peserta paket A, paket B, dan paket C dibayarkan melalui anggaran DIPA Direktorat Pembinaan SD, Direktorat Pembinaan SMP, dan Direktorat Pembinaan SMA, sednagkan untuk Pembayaran manfaat PIP kepada sasaran peserta bagi peserta kursus/pelatihan atau dari Balai Latihan Kerja (BLK) dibayarkan melalui anggaran DIPA Direktorat Pembinaan SMK. 

Tugas dan Tanggung Jawab Pengelolal Program Indonesia Pintar 

Pengelola PIP 2015 tingkat sentra yaitu direktorat teknis pada direktorat jenderal
terkait dengan rincian kiprah sebagai berikut:
  1. menetapkan Petunjuk Teknis pelaksanaan PIP;
  2. melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan PIP;
  3. menyalurkan dana PIP;
  4. menghimpun dan melayani pengaduan masyarakat terkait dengan PIP;
  5. melakukan pemantauan implementasi PIP; dan
  6. melaporkan pelaksanaan PIP.
Pengelola PIP 2015 tingkat provinsi yaitu dinas pendidikan provinsi dengan rincian kiprah sebagai berikut: 
  1. melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan PIP di wilayahnya; 
  2. menghimpun dan melayani pengaduan masyarakat di wilayahnya; dan 
  3. melakukan pemantauan implementntasi PIP di wilayahnya. 
Pengelola PIP 2015 tingkat kabupaten/kota yaitu dinas pendidikan kabupaten/kota dengan rincian kiprah sebagai berikut:
  1. mengusulkan peserta didik calon peserta dana BSM/PIP dari satuan pendidikan di wilayahnya;
  2. melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksanaan PIP di wilayahnya;
  3. menghimpun dan melayani pengaduan masyarakat di wilayahnya; dan
  4. melakukan pemantauan implementasi PIP di wilayahnya
Pengelola PIP 2015 tingkat satuan pendidikan yaitu sekolah/SKB/PKBM /Lembaga Kursus Pelatihan (LKP)/satuan pendidikan nonformal lainnya dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ditunjuk dengan rincian kiprah sebagai berikut:
  1. memasukan daftar nama peserta didik dalam data pokok pendidikan (Dapodik);
  2. mengusulkan peserta didik calon peserta dana BSM/PIP;
  3. memantau proses pengambilan dana BSM/PIP; dan
  4. menerima anak usia 6 (enam) hingga dengan 21 (dua puluh satu) tahun pemegang KIP yang belum/putus sekolah. 
 yang selanjutnya disebut PIP yaitu sumbangan berupa uang tunai dari pemerintah yang diberi Program Indonesia Pintar berdasarkan Permendikbud No. 12 tahun 2015
Program Indonesia Pintar Berdasarkan Permendikbud No. 12 Tahun 2015


Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...