Igi Ikuti Lembaga Silaturrahmi Kemendikbud Bersama Asosiasi Profesi Dan Penggiat Pendidikan


Bertempat di Gedung A Kemdikbud, Jalan Jendral Sudirman Jakarta pada hari Senin, 26 Juni  2015 telah berlangsung program Silaturrahmi Ditjen GTK dengan Asosiasi Profesi dan atau Pegiat Pendidikan. Forum silaturahim tersebut dilakukan selain memperkenalkan adanya unit gres yang menangani guru dan tenaga kependidikan, juga untuk mendapat masukan dari 52 orang akseptor yang hadir kepada Ditjen GTK wacana taktik Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB).

Asosiasi profesi dan penggiat pendidikan yang hadir dalam lembaga silaturahim diantaranya Asosiasi Sekolah Tanpa Batas, Ikatan Pendidik Indonesia, Ikatan Pamong Belajar Indonesia, Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama, Ikatan Guru Indonesia (IGI). Selain itu juga turut hadir Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Indonesia, Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia, Asosiasi Guru TIK, TANOTO Foundation, serta asosiasi profesi dan penggiat pendidikan lainnya.

“Alhamdullilah bisa bertemu dengan Bapak dan Ibu selaku penggiat pendidikan. Pada lembaga silaturahim sebagai perkenalan terhadap unit kerja baru, kami juga inginkan adanya masukkan, alasannya ialah yang ada disini sudah bekerja positif dalam dunia pendidikan,” demikian disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan ketika menyapa para akseptor lembaga silaturahim yang diselenggarakan di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (29/06/2015), ibarat yang dilansir oleh situs Kemdikbud.

Acara dipandu oleh Dirjen GTK yang gres seminggu dilantik yaitu Bapak Sumarna Surapranata. Dalam pengantarnya, Pranata memberikan data kondisi riil guru di Indonesia ketika ini. Masih banyak yang perlu ditingkatkan kompetensinya, dan pemerintah (Kemdikbud) tidak bisa jikalau harus melakukannya sendirian. Butuh partisipasi aktif masyarakat.

Oleh alasannya ialah itu pada kesempatan tersebut semua organisasi profesi yang hadir satu persatu diminta untuk memaparkan pengalamannya selama ini dalam meningkatkan kompetensi guru. Sebagai materi masukan bagi Kemdikbud khususnya Ditjen GTK dalam upaya memilih taktik Peningkatan Kompetensi Berkelanjutan (PKB).

Salah satu organisasi Guru yang turut hadir dalam lembaga silaturrahmi tersebut yaitu Ikatan Guru Indonesia (IGI) yang diwakili oleh Sekjennya Bp. Mohammad Ihsan. Dalam kesempatan tersebut Mohammad Ihsan memaparkan apa yang selama ini sudah IGI lakukan, alasannya ialah kebetulan IGI memang sangat fokus pada peningkatan mutu guru. Jadi, kalau Kemdikbud kini telah membuka diri mau menggandeng organisasi guru dalam memajukan mutu guru, itulah yang selama ini ditunggu-tunggu oleh IGI.

Menteri Anies Baswedan sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan para organisasi guru ini. Mendikbud Anis Baswedan mengungkapkan: "Anda-anda ini sebetulnya tidak punya kewajiban konstitusional untuk melaksanakan semua pekerjaan ini. Tapi, Anda mau melakukannya, lebih pada panggilan moral. Itu harus diapresiasi". 

"Memang begitulah faktanya. Urusan kompetensi guru sebetulnya ialah urusan dan tanggung jawab pemerintah. IGI dan lain-lain hanya membantu saja. " ungkap Mohammad Ihsan.

Dihimpun dari banyak sekali sumber.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...