Dulu Jikalau Mau Sanggup Dukungan Rkb Hanya Yang Hebat Buat Usulan Yang Dapat

dapodikblog.com (30/06/2015) - Pelaksana Harian Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dikdas, Tagor Alamsyah Harahap dalam status facebooknya mengungkapkan wacana pengelolaan dan pemanfaatan data dapodik, yang secara lengkapnya ialah sebagai berikut :

Mengelola dan memanfaatkan data dapodik memakai filosopi mestakung dari prof. Yohannes surya. Mestakung ialah semesta mendukung dimana semua elemen semesta berkontribusi terhadap perubahan dan stop dikala mencapai titik keseimbangan semesta (alam). Contoh kalau kita menumpuk pasir maka tumpukan akan tinggi tapi hanya hingga batas tertentu dan akan menyesuaikan ketinggiannya dengan cara meluncur kebawah alasannya adanya batasan gaya gravitasi dan lain-lain. 
Ini menawarkan sesuatu akan bekerja secara berantai dan berimbas hingga ke acara lain. Dulu mutasi guru sangat sulit alasannya nggak mau dipindah. Dulu kepala sekolah sulit diganti. Dulu guru nggak mau meningkatkan kompetensi. Dulu bupati nggak mau tau pokoknya pengangkatan guru jalan terus. Dulu guru kurang sejahtera. Dulu ada peraturan nggak mau dibaca. Dulu pemerintah tidak menyiapkan sarana peningkatan kompetensi guru. Dulu data pendidikan hanya rekap saja. Dulu kalau mau sanggup pinjaman rkb hanya yg hebat buat tawaran yg dapat. Dulu kita nggak tau menteri ini SD, SMP, Sekolah Menengan Atas dan Kuliah dimana dan gurunya siapa. 
Alhamdulillah kini bisa terjawab alasannya ada data dan dimanfaatkan dgn benar. Cukup dengan data semua permasalahan dulu teratasi secara berantai. kendalikan inti permasalahan maka turunanya secara otomatis menyesuaikan tanpa habis energi untuk itu alasannya intinya insan sebagai bintang film bisa berpikir adaptif terhadap hukum semesta. 
Wassalam
Tagor Alamsyah Harahap

Tugas pelengkap kepala sekolah sangat kental dengan banyak sekali kepentingan. Padahal Permendiknas No. 28 tahun 2010 sudah mengatur diantaranya periodisasi jabatan Kepala Sekolah. Permendiknas tersebut seakan menjadi mandul dengan adanya otonomi daerah. Dengan adanya otonomi kawasan Pusat tidak bisa berbuat banyak. 

Dengan prosedur pembayaran tunjangan profesi guru yang menurut data dari dapodik, hal itu tidak bisa terjadi lagi. Kepala sekolah yang melebihi masa periodisasi akan bermasalah dengan kevalidan datanya sehingga tidak bisa diterbitkan SK Tunjangan Profesinya.

Tidak ada solusi untuk duduk kasus ini, hanya ada dua pilihan yaitu pertama menjabat terus dengan resiko tidak mendapatkan tunjangan profesinya dan yang kedua mendapatkan tunjangan profesinya tetapi harus melepaskan jabatannya.

 Pelaksana Harian Kepala Subdirektorat Program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Ke Dulu kalau mau sanggup pinjaman RKB hanya yang hebat buat tawaran yang dapat
Ilustrasi Dapodik
Dulu umumnya para guru enggan untuk meningkatkan kompetensinya, alasannya penyaluran tunjangan profesi dilakukan secara merata. Kompeten atau tidak, berprestasi atau frustasi, tunjangannya tetap diberikan sama secara merata. 

Dengan adanya data yang berkualitas yang berasal dari dapodik, kompetensi guru bertahap mulai disentil. Implikasinya guru yang tidak mau meningkatkan kompetensinya maka terancam tidak bisa mendapatkan tunjangan profesinya.

Dulu setiap peraturan yang diterbitkan oleh pemerintah, jarang sekali yang mau mengetahui, membaca atau mempelajarinya alasannya peraturan-peraturan tersebut dianggap sebagai materi bacaan saja. Akan tetapi kini alasannya aplikasi dapodik disusun menurut peraturan-peraturan yang ada, mau tidak mau memaksa orang untuk membaca dan mempelajarinya. Contoh peraturan yang banyak dibahas kini ini diantaranya peraturan wacana usia anak sekolah, peraturan wacana kiprah pelengkap guru, 8 standar nasional pendidikan, undang-undang guru dan dosen dan lain sebagainya. 

Pada periode sebelum dapodik, pinjaman RKB dan banyak pinjaman lainnya ke sekolah dilakukan melalui prosedur proposal. Kenyataan ini mengakibatkan pihak yang hebat menciptakan dan mengurus tawaran maka dialah yang akan sering dapat. Bahkan ironisnya sering terjadi seorang pimpinan sekolah (Kepala Sekolah) yang hebat proposal, dikala beliau mutasi ke sekolah lain maka pinjaman yang sering didapatkan ikut pindah ke sekolahnya yang baru.

Pada periode dapodik prosedur itu bertahap dihapus. Bantuan RKB dan banyak sekali pinjaman sentra lainnya tidak lagi melalui prosedur tawaran tetapi menurut data realita lapangan yang terdapat pada dapodik. Misalnya jikalau data suatu sekolah menawarkan jumlah siswa lebih banyak dari ruang kelas yang ada, maka secara otomatis sekolah tersebut akan diberikan pinjaman RKB.

Selain itu pada kegiatan TOT dapodik di Bogor beberapa waktu yang kemudian Pak Tagor juga pernah menjelaskan bahwa pada semester 1 tahun pelajaran 2014/2015 dengan adanya dapodik bisa menyelamatkan hampir 10% dana sertifikasi, alasannya disalurkan kepada guru yang betul-betul berhak menerimanya.

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...