Prosedur Pembukaan Kunci Pada Isu Ptk

 Adanya human eror pada ketika mengerjakan suatu pekerjaan termasuk dalam pengerjaan aplikas Prosedur Pembukaan Kunci pada Info PTK
ilustrasi human error
Adanya human eror pada ketika mengerjakan suatu pekerjaan termasuk dalam pengerjaan aplikasi dapodik menjadi sesuatu yang lumrah terjadi. Untuk itu diharapkan ketelitian supaya human eror tersebut sanggup diminimalisir, alasannya yaitu sanggup jadi berakibat sangat fatal.

Salah satu jawaban fatal yang ditimbulkan oleh human eror jawaban kurang telitinya OPS dalam menginput data dapodik yaitu kesalahan menginput data JJM yang menyebabkan JJM seorang guru masuk ke JJM guru yang lain, sehingga JJM guru tersebut menjadi kurang atau bahkan tidak ada sedangkan JJM guru yang lain menjadi lebih banyak.

Contoh perkara :

Pada SK Pembagian Tugas bapak guru Muhammad Doni Arisandi, S.Pd. mengajar IPS di kelas VII-A hingga VII-F (6 rombel) sehingga total jamnya 24 lantaran per rombel jumlah jam IPS 4 jam, sedangkan Ibu guru Sarifa Zainab, SPd. mengajar IPS di kelas VII-G, VIII-A hingga VIII-E (6 rombel) dan total jamnya juga 24. Akibat kesalahan entry data pada kelas VII-G, seharusnya yang mengajar  di kelas tersebut yaitu ibu guru Sarifa Zainab, S.Pd. tetapi oleh operator mengentry bapak guru Muhammad Doni Arisandi, S.Pd.

JJM Doni Arisandi, S.Pd. menjadi 28 (lebih) sedangkan Sarifa Zainab,  S.Pd. menjadi 20 (kurang). Meskipun sudah diberikan waktu cukup panjang untuk perbaikan, akan tetapi lantaran kelalaian kesalahan tersebut gres diketahui dan disadari sehabis terbit SKTP. Bapak guru Muhammad Doni Arisandi, S.Pd. terbit SKnya lantaran JJMnya sudah memenuhi 24 jam bahkan lebih lalu datanya dikunci. Sementara itu ibu guru Sarifa Zainab, S.Pd. tidak sanggup diterbitkan SKTPnya lantaran JJM kurang dari 24, jawaban data yang masuk di rombel VII-G yaitu bapak guru Muhammad Doni Arisandi, S.Pd. dan terkunci.

Jalan satu-satunya, data guru Muhammad Doni Arisandi, S.Pd. harus dibuka kunciannya supaya data di VII-G sanggup diperbaiki dan dimasukkan bu guru Sarifa Zainab, S.Pd. yang mengajar IPS.

Pada awalnya di semester ini (semester 2 tahun pelajaran 2014/2015) pihak P2TK Dikdas sudah menegaskan tidak akan melaksanakan pembukaan kunci. Akan tetapi kemungkinan masih banyak perkara serupa terulang lagi yang sanggup merugikan guru sertifikasi dan OPS yang niscaya akan menjadi sasaran kesalahan, maka pada kesannya P2TK Dikdas masih menawarkan toleransi pembukaan kunci.

Baca juga :Setelah 7 hari data valid, terbitlah SKTP.. siswa juga dikunci

Bapak Nazarudin, menjelaskan dalam statusnya di media umum facebook bahwa, "untuk data PTK sertifikasi yang datanya terkunci lantaran disebabkan kesalahan dan kelalaian Operator sekolah dalam melaksanakan pengentrian data JJM di aplikasi Dapodik," maka solusinya :
  1. Harus buat pernyataan salah entri..dan jelaskan siapa yang terkunci di rombel mana..dan siapa yang mengunci.. Kalau yang mengunci jamnya lebih dari 24.. Maka kunci mungkin saja sanggup dibuka..tapi kalau tidak mencukupi 24 maka tidak akan dibuka
  2. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh operator sekolah dan kepala sekolah serta dibubuhi materai 6000
  3. Sertakan pula jadwal pelajaran harian
  4. Serahkan ke Dinas Pendidikan setempat untuk menerima pengantar
  5. Berkas tersebut sanggup diantar eksklusif atau dikirim via pos ke P2TK Dikdas.Gedung C Kemendikbud Lantai 19 Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.. Pada pojok kanan atas amplop ditulis “BUKA KUNCI
  6. Tidak diterima bila berkas dikirim dalam bentuk soft copy (hasil scan) lewat email (online).
  7. Ada baiknya sebelum berkas dikirim, lakukan koordinasi terlebih dahulu dengan OP Simtun Kab/Kota, siapa tahu sanggup dikirim kolektif (jika banyak yang mengalami perkara serupa) atau sanggup dibawa eksklusif oleh OP Simtun pada rakor pemberian yang rutin dilakukan.
 Adanya human eror pada ketika mengerjakan suatu pekerjaan termasuk dalam pengerjaan aplikas Prosedur Pembukaan Kunci pada Info PTK
contoh surat pernyataan kesalahan entri
 Download Contoh Surat Pernyataan Salah Entri

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...