Download Juknis Agenda Indonesia Berakal (Pip) Tahun 2015




 Pemerintah Indonesia menaruh perhatian sangat serius untuk meningkatkan mutu pendidikan b Download Juknis Program Indonesia Pintar (PIP) Tahun 2015
Ilustrasi by google
Pemerintah Indonesia menaruh perhatian sangat serius untuk meningkatkan mutu pendidikan bangsa Indonesia dengan terus mengupayakan supaya pendidikan sanggup diakses dengan gampang oleh seluruh masyarakat Indonesia terutama dari masyarakat miskin dan rentan kemiskinan.

Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 diantaranya mengamanatkan wacana Program Indonesia Pintar kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyiapkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kepada siswa yang orangtuanya tidak bisa membiayai pendidikannya.

Program Indonesia Pintar (PIP) melaui Kartu Indonesia Pintar ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang meliputi siswa dari jenjang pendidikan SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA, dan siswa/warga mencar ilmu di Pusat Kegiatan Belajar (PKBM)/lembaga Kursus dan training hingga anak usia sekolah menyerupai anak jalanan, pekerja anak, bawah umur yang berada di panti asuhan dan bawah umur difabel dari rumah tangga/keluaraga dengan status ekonomi terendah secara nasional yaitu 15,5 juta Rumah Tangga.

Pelaksanaan Program Indonesia Pintar melibatkan aneka macam instansi terkait dari tingkat sentra hingga tingkat tempat dari proses merencanakan, melakukan hingga mengevaluasinya. Oleh alasannya yaitu itu diharapkan Petunjuk Teknis Pelaksanaan supaya progam ini sanggup berjalan sesuai dengan yang kita harapkan yaitu sempurna sasaran, sempurna jumlah, sempurna guna dan sempurna waktu.


Untuk mengetahui lebih jauh wacana Kartu Indonesia Pintar, simak tanya jawab berikut ini :

1. Apa yang dimaksud dengan Program Indonesia Pintar melalui pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP)?Program Indonesia Pintar melalui KIP yaitu pemberian derma tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang merupakan bab dari penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM).

2. Siapa penyelenggara Program Indonesia Pintar melalui KIP?Program Indonesia Pintar melalui KIP diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Kartu Indonesia Pintar
3. Mengapa siswa/anak diberikan KIP?Program derma pendidikan melalui Program Indonesia Pintar ini ditandai dengan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada siswa/anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu. Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang bisa terdaftar sebagai peserta derma ini baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak lulus SMA/SMK/MA) maupun melalui jalur pendidikan informal dan non formal.

4. Apa tujuan dari Program Indonesia Pintar Melalui KIP?
  1. Menghilangkan kendala siswa secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka memperoleh jalan masuk pelayanan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah.
  2. Mencegah anak/siswa mengalami putus sekolah akhir kesulitan ekonomi.
  3. Menarik anak/siswa yang putus sekolah supaya kembali bersekolah.
  4. Membantu anak/siswa kurang bisa dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran.
  5. Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (9) dan Pendidikan Menengah Universal (Wajib Belajar 12 tahun).
5. Siapa saja sasaran peserta KIP?
Pada tahap awal (November – Desember 2014) KIP diberikan kepada 161.840 anak siswa di sekolah/madrasah di 19 Kabupaten/Kota yang telah terdaftar sebagai peserta manfaat Program BSM (Bantuan Siswa Miskin) pada Tahun Ajaran 2013/2014. Pada tahap selanjutnya (Tahun 2015), Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan diberikan secara bertahap.

6. Apa saja kriteria/persyaratan siswa peserta KIP?
  • Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014;
  • Siswa dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima manfaat BSM dan belum mendapatkan BSM
  • Siswa dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  • Siswa yatim dan/atau piatu yang tinggal di Panti Asuhan
  • Siswa yang terancam putus sekolah alasannya yaitu kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ musibah melalui jalur FUS/FUM;
  • Siswa/santri dari Pondok Pesantren yang mempunyai KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur FUM;
  • Siswa (anak usia sekolah) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah sanggup direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015
7. Berapa jumlah manfaat Program Indonesia Pintar?Jumlah manfaat KIP masih sama menyerupai Program BSM. Untuk tingkat SD/MI yaitu sebesar Rp225.000/semester (Rp450.000 per tahun), tingkat SMP/MTs Rp375.000/semester (Rp750.000 per tahun) dan tingkat SMA/SMK/MA sebesar Rp500.000/semester (Rp1.000.000 per tahun). Untuk siswa yang akan lulus (kelas 6, 9 dan kelas 12) hanya mendapatkan manfaat untuk 1 semester saja.

8. Bagaimana prosedur penggunaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk mendapatkan derma pendidikan di Tahun 2015?

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:
  1. Siswa yang sudah mempunyai KIP membawa kartu tersebut ke sekolah tempat siswa tersebut terdaftar.
  2. Sekolah mencatat data siswa tersebut dengan benar sesuai format, merekapitulasi data semua siswa pemilik KIP dan mengirimkan rekapitulasi tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kankemenag Kabupaten/Kota.
  3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota mengirimkan semua hasil rekapitulasi sekolah di Kabupaten/Kota tersebut ke Kemendikbud dengan menembuskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi.
  4. Kemendikbud akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan siswa peserta manfaat KIP dan mengirimkan SK tersebut ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan daftar peserta manfaat KIP ke lembaga/bank penyalur yang ditunjuk.
  5. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota akan mengirimkan surat pemberitahuan dan daftar peserta manfaat KIP ke sekolah serta lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan.
  6. Sekolah memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
  7. Siswa/orangtua mengambil dana derma ke lembaga/bank penyalur yang ditunjuk.
Kementerian Agama:
  1. Siswa yang sudah mempunyai KIP membawa kartu tersebut ke madrasah tempat siswa tersebut terdaftar.
  2. Untuk Madrasah Swasta, Kepala Madrasah mencatat dan merekapitulasi siswa yang mempunyai KIP dan siswa dari keluarga peserta KPS/KKS menurut format untuk kemudian merekapitulasi nama siswa tersebut sebagai peserta manfaat KIP.
  3. Kepala Madrasah Swasta menciptakan Surat Keputusan (SK) Penetapan Siswa Penerima manfaat KIP, informasi kegiatan SK serta Rekapitulasi Siswa Calon Penerima manfaat KIP dan mengirim seluruh salinan format ke Kantor Kementerian Agama/Kankemenag Kabupaten/Kota. Untuk Madrasah Negeri yang mempunyai DIPA/anggaran sendiri, rekapitulasi siswa peserta manfaat KIP dikirimkan ke Kankemenag Kabupaten/Kota.
  4. Kankemenag Kabupaten/Kota merekapitulasi tawaran siswa calon peserta manfaat kegiatan dan memutuskan seluruh peserta manfaat yang mempunyai KIP serta anak/siswa dari keluarga KPS/KKS yang belum mendapatkan KIP.
  5. Menerbitkan SK Daftar Siswa Calon Penerima manfaat KIP serta Rekapitulasi Siswa dan kemudian mengirimkan seluruh salinan ke Kantor Wilayah/Kanwil Kementerian Agama Provinsi.
    Kanwil Kementerian Agama Provinsi merekapitulasi siswa peserta manfaat dari Kankemenag Kabupaten/Kota dan memutuskan seluruh peserta BSM yang mempunyai KIP serta anak/siswa dari keluarga KPS/KKS sebagai peserta manfaat KIP.
  6. Kanwil Kementerian Agama Provinsi menerbitkan Surat Keputusan (SK) dan rekapitulasi siswa peserta manfaat kegiatan kemudian mengirimkan salinan SK ke Kankemenag Kabupaten/Kota untuk kemudian diteruskan ke madrasah untuk diinformasikan kepada siswa peserta manfaat kegiatan melalui KIP.
  7. Madrasah memberitahukan ke siswa/orangtua waktu pengambilan dana bantuan.
  8. Siswa/orangtua mengambil dana derma ke lembaga/bank penyalur yang ditunjuk.
9. Bagaimana jikalau anak tidak mempunyai KIP tetapi orangtuanya mempunyai KKS/KPS? Apakah KKS/KPS sanggup dipakai untuk mendapatkan derma Program Indonesia Pintar? 
Siswa/anak sanggup memakai KKS/KPS yang dimiliki oleh orangtuanya jikalau belum mempunyai KIP dengan cara:
  1. Membawa KKS/KPS yang dimiliki beserta dokumen pendukung menyerupai Kartu Keluarga/KK atau Surat Keterangan yang menyatakan anak sebagai anggota keluarga KPS/KKS (jika anak/keluarga tidak mempunyai KK) ke sekolah/madrasah tempat anak terdaftar.
  2. Sekolah/madrasah akan mencatat data anak ke dalam daftar calon peserta KIP untuk kemudian direkap ke Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
  3. Dinas Pendidikan/Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota menyerahkan daftar rekap tersebut ke Kemendikbud/Kemenag.
  4. Kemendikbud/Kemenag akan mencatat dan mengirimkan KIP embel-embel utk siswa/anak ke alamat sekolah/rumah tangga.
10. Bagaimana jikalau KIP/KKS/KPS hilang?Seperti yang tertera pada bab belakang kartu, bahwa kartu menjadi tanggung jawab peserta kartu dan harus dijaga dengan baik. Segala kerusakan dan kehilangan kartu menjadi tanggung jawab peserta kartu, dimana kartu yang hilang tidak bisa digantikan.

11. Apakah derma sanggup segera diambil sehabis mendapatkan KIP?Pada Bulan November-Desember 2014, KIP diberikan kepada 161.840 siswa di 19 Kabupaten/Kota. KIP ini diberikan hanya sebagai penanda bahwa anak tersebut berhak untuk mendapatkan derma pendidikan Program Indonesia Pintar untuk seterusnya hingga jenjang pendidikan SMA/SMK/MA. KIP sanggup dipakai untuk mengambil derma di tahun 2015 (semester II Tahun Ajaran 2014/2015) alasannya yaitu siswa sudah mendapatkan manfaat Program BSM pada tahun ini (Semester I Tahun Ajaran 2014/2015).

12. Kapan manfaat Program Indonesia Pintar melalui KIP disalurkan?Manfaat kegiatan Indonesia Pintar melalui KIP akan disalurkan dua kali dalam satu tahun. Pembayaran untuk Semester I dilakukan pada bulan Agustus/September dan pembayaran semester II dilakukan pada bulan Maret/April.

13. Bagaimana cara siswa mendapatkan manfaat Program Indonesia Pintar melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP)?Siswa/orangtua sanggup mengambil secara pribadi manfaat KIP ke lembaga/bank Penyalur yang ditunjuk dengan membawa dan menunjukkan beberapa dokumen sebagai pendukung berupa Surat Pemberitahuan Penerima BSM dari Kepala Sekolah/Madrasah, dan bukti identitas lainnya menyerupai Akte Kelahiran, Kartu Keluarga, Rapor, Ijazah, dll).

14. Untuk apa sajakah derma tunai melalui KIP ini sanggup digunakan?Bantuan/dana tunai pendidikan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pendukung biaya pendidikan siswa seperti:
  1. Pembelian buku dan alat tulis sekolah
  2. Pembelian pakaian/seragam dan alat perlengkapan sekolah (tas, sepatu, dll)
  3. Biaya transportasi ke sekolah.   
  4. Uang saku siswa/ iuran bulanan siswa
  5. Biaya kursus/les tambahan
  6. Keperluan lain yang berkaitan dengan kebutuhan pendidikan di sekolah/madrasah

Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...