Solusi Untuk Sekolah Yang Ditetapkan Memakai Kurikulum 2013 Tetapi Di Dapodik Memakai Ktsp

Tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Menengah No 233/C/KR/2015 perihal Penetapan Sekolah Pelaksana Uji Coba yaitu diintegrasikannya kurikulum yang berhak digunakan di  sekolah pada aplikasi dapodik. Sehingga pada patch 3.03 aplikasi dapodikdas Kurikulum 2013 pada tabel pembelajaran hanya sanggup dipilih oleh sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum 2013 selama 3 semester sedangkan bagi sekolah yang gres menerapkan Kurikulum 2013 selama 1 semester secara otomatis pada tabel pembelajaran hanya ada satu pilihan yaitu Kurikulum 2006.

Apabila terjadi Kasus dimana Sekolah yang ditetapkan boleh menerapkan K13, namun melakukan KTSP pada jenjang Sekolah Menengah Pertama maka akan terjadi jam wajib perhiasan tidak diakui, ibarat gambar berikut ini.

Tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen Pendidikan Dasar dan Dirjen Pendidikan Menengah No  Solusi untuk sekolah yang ditetapkan memakai Kurikulum 2013 tetapi di dapodik memakai KTSP

Solusi untuk dilema ini disarankan untuk melapor ke Kementrian untuk menarik diri memakai kurikulum 2013 melalui pengelola dapodik.

Ada juga perkara di lapangan ternyata pelaksanaan kurikulum 2013 tidak sepenuhnya dilakukan, contohnya untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama kelas 7 dan 8 melakukan kurikulum 2013 sedangkan kelas 9 melakukan kurikulum 2006 (KTSP). Kondisi ini juga menjadikan permasalahan ibarat gambar di atas untuk kelas 9.

Akhirnya dari hasil diskusi dari pihak P2TK dan dapodik diberikan solusi bahwa bagi sekolah sekolah yang ditetapkan melakukan K13 namun masih menyelenggarakan KTSP di kelas kelas tertentu akan divalidkan tanpa harus melaporkan secara resmi kepada kementerian. Namun untuk sekolah sekolah yang mengundurkan diri secara penuh dari daftar penyelenggara K13 harus melapor ke kementerian melalui Pusat Kurikulum.  Mengundurkan diri secara penuh artinya seluruh rombelnya menerapkan Kurikulum 2006, tidak ada yang mempergunakan kurikulum 2013.

Adapun prosedur pelaporan itu sanggup berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota, secara kolektif untuk mengirim surat pernyataan menarik diri memakai kurikulum 2013.


Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...