Peran Proktor Dan Teknisi Pada Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2015

 Ujian Nasional dilaksanakan dengan memakai  PERAN PROKTOR DAN TEKNISI PADA PELAKSANAAN UJIAN NASIONAL BERBASIS KOMPUTER TAHUN 2015 Menurut draft POS UN 2015 versi 24 Februari 2015 dijelaskan bahwa, mulai tahun 2015 Ujian Nasional dilaksanakan dengan memakai 2 cara, yaitu :

  1. Ujian Nasional Berbasis Kertas (Paper Based Test, PBT) yang selanjutnya disebut UN-PBT ialah sistem ujian yang dipakai dalam UN dengan memakai naskah soal dan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) berbasis kertas.
  2. Ujian Nasional Berbasis Komputer (Computer Based Test, CBT) yang selanjutnya disebut UN-CBT ialah sistem ujian yang dipakai dalam UN dengan memakai sistem komputer.

Khusus untuk CBT, diikuti oleh sekolah yang memenuhi kriteria tertentu dan ditetapkan oleh sentra sesudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten secara berjenjang. Adapun kriteria sekolah/madrasah yang akan menjadi pelaksana UN-CBT sebagai berikut:

a. tersedia sarana dan prasarana sebagai berikut
 
  1. komputer personal (PC) atau laptop sebagai client dengan rasio jumlah client  dibanding jumlah akseptor UN minimal 1 : 3 serta client cadangan minimal 10%;
  2. server yang memadai dilengkapi dengan UPS;
  3. jaringan lokal (LAN) dengan media kabel;
  4. koneksi internet dengan kecepatan yang memadai;
  5. asupan listrik yang memadai (diutamakan memiliki
  6. genset dengan kapasitas yang memadai );
  7. ruangan ujian yang memadai;
b. diutamakan sekolah/madrasah terakreditasi A;

Pada pelaksanaan CBT di tingkat satuan pendidikan, kiprah proktor dan teknisi menjadi sangat vital.  Proktor ialah petugas yang diberi kewenangan sebagai pengawas pelaksanaan UN-CBT di sekolah/madrasah. Sedangkan Teknisi ialah petugas pengelola laboratorium komputer (pranata komputer) di sekolah/madrasah yang melakukan UN-CBT.

Karena vitalnya kiprah proktor dan teknisi, maka mereka yang sanggup menanganinya harus memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu. Kriteria dan persyaratan proktor ialah sebagai berikut:

  1. guru, dosen, atau widyaiswara yang mempunyai kompetensi bidang teknologi info komunikasi (TIK);
  2. mengikuti dan lulus pembinaan sebagai proktor UN-CBT;
  3. bersedia ditugaskan sebagai proktor di sekolah/ madrasah pelaksana UN-CBT;
  4. menandatangani pakta integritas;

Sedangkan Kriteria dan persyaratan teknisi ialah sebagai berikut:

  1. guru atau staf sekolah/madrasah yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman dalam mengelola LAN sekolah/madrasah;
  2. mengikuti pembekalan sebagai teknisi UN-CBT; dan
  3. menandatangani pakta integritas

Selengkapnya sanggup dipelajari pada draft POS UN 2015 versi 24 Februari 2015 yang sanggup didownload di sini.

Memang POS UN 2015 yang diterbitkan oleh BSNP ini masih berupa draft dan belum ditandatangani, tetapi isinya Insya Yang Mahakuasa sanggup dijadikan fatwa untuk menyusun rencana acara sekolah yang berkaitan dengan pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2015.


Sumber http://www.al-maududy.com/

Subscribe to receive free email updates:

loading...