Mulai Tahun Ini Pemerintah Akan Ubah Tata Cara Kenaikan Pangkat PNS


Badan Kepegawaian Negara (BKN) mulai tahun ini berencana untuk mengubah mekanisme kenaikan pangkat bagi Pegawai Negeri Sipil. Berdasarkan mekanisme kenaikan pangkat yang gres semua PNS akan mendapat kenaikan pangkat otomatis setiap 4 tahun sekali tanpa menkanisme pengusulan sebagaimana biasanya.

“Paradigmanya harus dirubah melayani. BKN bersama BKD (Badan Kepegawaian Daerah) tugasnya meningkatkan nilai tambah PNS semoga pelayan publik mampu maksimal dalam memperlihatkan layanan. Bagaimana mau memperlihatkan layanan maksimal bila PNS sibuk urusi kenaikan pangkat. Sebaliknya, bagaimana mau naik pangkat bila sibuk memperlihatkan pelayanan,” kata Wakil Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Aria Wibisana, di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (12/5) kemarin.

Bima Aria menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi (RB) dalam bidang kepegawaian. Pegawai tidak perlu lagi dibuat sibuk mengusulkan kenaikan pangkat, alasannya yakni BKN setiap empat tahun mengulkan daftar nama pegawai yang dianggap layak naik pangkat ke BKD.

Dengan demikian, BKN hanya menunggu konfirmasi BKD terkait kinerja dan perilaku pegawai bersangkutan. Apakah sedang menjalani hukuman displin pegawai atau tidak. Jika tidak bermasalah maka mampu segera diproses kenaikan pangkatnya.

Bima berpendapat, mekanisme ibarat sekarang melalui tawaran atasan eksklusif ke BKD untuk kemudian diproses sering kali merugikan pegawai bersangkutan. “Ada kasus terlambat 6 bulan hingga setahun. Ke depan kenaikan pangkat akan otomatis. Tidap perlu lagi repot mengusulkan, apalagi mengalami keterlambatan,” yakinnya.

Ke depan, sambung Bima, BKN akan mengirimkan daftar nama PNS yang akan naik pangkat pada periode tertentu enam bulam sebelumnya. Pun demikian untuk daftan nama PNS yang akan pensiun. Akan disampaikan daftarnya setahun sebelum waktu berlakunya.

Dengan demikian, Setidaknya PNS bersangkutan mampu segera memproses pemberkasannya semoga dikala jatuh tempo, baik naik pangkat maupun pensiun sudah mampu mendapatkan haknya. Mereka yang naik pangkat mampu mendapatkan pendapatan sesuai kepangkatannya, dan yang pensiun eksklusif mampu mendapatkan uang pensiunnya sempurna hari jatuh temponya.

“Sama halnya untuk pemberkasannya, cukup dilakukan secara online. Tidak perlu bawa berkas bertumpuk ke BKN. Makanya BKD diharap secara intensif melakukan pelayanan online untuk mempercepat pelayanan,” pesan Bima.

Wakil Kepala BKN itu menilai, Kantor Regional VIII BKN Banjarmasin sebagai perwakilan BKN di kawasan siap mengawal pelaksanaannya. Bila perlu pelatihan, BKN dipastikan siap mendukung menyiapkannya sebagai bab upayab mempercepat pelayanan bgai pegawai.

“Di BKN ada standar pelayanan sesuai ISO yang dimiliki. Maksimal pelayanan harus final dalam 20 hari kerja. Ini harus konsiten dilaksanakan hingga ke daerah,”tambahnya.

Namun demikian pemberitaan di atas tidak menjelaskan apakah PNS guru termasuk di dalamnya atau tidak. Bila ya, maka ini merupakan angin segar bagi para guru yang selama ini disibukan oleh pembuatan tawaran kenaikan pangkat yang sangat melelahkan. Selama ini kenaikan pangkat PNS guru memiliki mekanisme tersendiri yang agak berbeda bila dibandingkan dengan PNS lainnya. Bahkan berdasarkan Permenpan RB no 16 tahun 2009 PNS guru harus membuat PAK tahunan setiap tahun sebelum nilai angka kreditnya memenuhi angka minimal untuk kenaikan pangkat. Kita tunggu saja bagaimana implementasinya di lapangan.



Sumber https://selalusiapbelajar.blogspot.com

Subscribe to receive free email updates:

loading...